Ringkasan Berita:
- Sandiaga Uno menilai pelaku UMKM tidak cukup hanya bertahan di tengah tekanan ekonomi global, tetapi perlu menciptakan nilai tambah produk dan memperluas pasar agar memiliki daya saing berkelanjutan.
- Pemerintah Kota Surakarta menyambut program ini karena UMKM berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja, serta diharapkan mampu mendorong pelaku usaha lebih inovatif, produktif, dan kompetitif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
Sandiaga menekankan pentingnya strategi pemberdayaan yang mampu mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing berkelanjutan.
Menurut Sandiaga, tantangan UMKM saat ini bukan sekadar keterbatasan modal atau akses pelatihan, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah produk dan memperluas jangkauan pasar.
"UMKM harus didorong untuk naik kelas. Tidak cukup hanya bertahan, tetapi perlu memiliki produk yang lebih bernilai dan mampu menembus pasar yang lebih luas," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Pandangan itu disampaikan Sandiaga dalam kegiatan Kick Off Program Kota EMAS 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) yang digelar bersama INOTEK Foundation di PLUT-KUMKM Surakarta.
Sebanyak 27 pelaku UMKM sektor kerajinan di Surakarta terlibat dalam tahap awal program ini.
Salah satu kegiatan yang diberikan adalah workshop pembuatan resin, yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi produk baru berbasis potensi lokal.
Sandiaga menilai pendekatan tersebut penting agar pendampingan UMKM tidak berhenti pada pelatihan berulang, melainkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan skala usaha.
"Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat kota melalui pengembangan produk unggulan dan pendampingan yang berorientasi pada hasil," katanya.
Pemerintah Kota Surakarta menyambut pelaksanaan Program Kota EMAS 2026.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, Agung Riyadi, menilai program tersebut sejalan dengan kebutuhan UMKM yang membutuhkan terobosan baru dalam pengembangan usaha.
Agung menilai UMKM merupakan pilar penting perekonomian daerah, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Karena itu, ia berharap Program Kota EMAS mampu mendorong pelaku UMKM Surakarta menjadi lebih inovatif, produktif, dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi global.
Baca tanpa iklan