News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nilai Tukar Rupiah

Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah Rp16.800-17.500 pada 2027, Ekonom: Banyak PR Besar Pemerintah

Penulis: Rifqah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menilai target nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2027 masih tergolong realistis, meski di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik yang tinggi.

Target nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dollar AS pada 2027 itu, sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mencapai hal tersebut, Prabowo menekankan bahwa pemerintah harus menerapkan strategi fiskal dan moneter untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil.

Adapun, nilai tukar rupiah hingga hari ini, Jumat (22/5/2206) sudah mencapai Rp17.700 per dolar AS.

Fakhrul pun mengatakan, target dari Prabowo itu masih bisa dicapai pada 2027 nanti, tetapi masih banyak PR besar yang harus dikerjakan oleh Pemerintah.

"Saya lihat sebenarnya kalau kita lihat asumsinya, asumsinya sebenarnya ini sangat lumayan optimistis ya. Karena memang saat ini sedang masih terjadi beberapa tekanan global, tapi sebenarnya ini bukan hal yang tidak mungkin juga untuk dicapai," ucapnya, Jumat, dikutip dari YouTube Kompas TV.

"Cuma kalau untuk mencapai asumsi nilai tukar Rp16.800 sampai Rp17.500, terdapat beberapa PR besar yang harus dilakukan oleh pemerintah," imbuhnya.

PR besar Pemerintah yang dimaksud itu, kata Fakhrul, adalah terkait pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi ini satu sisi harus kredibel dan memang kalau kita lihat ini ada banyak tantangan global. Kalau mau mata uangnya masih stabil, pemerintah harus berani untuk mempastrukan perubahan-perubahan global yang ada."

"Seperti yang kita ketahui, salah satu alasan pelemahan rupiah jauh di atas fundamentalnya di tahun 2026 ini dikarenakan pemerintah memutuskan untuk menahan harga BBM. Ini pilihan loh, pilihan pemerintah, either harga BBM naik atau rupiah melemah," jelasnya.

Dalam hal ini, Fakhrul mengatakan bahwa pilihan Pemerintah adalah rupiah melemah.

Baca juga: Rupiah Melemah Disebut Strategi Negara Maju, Rhenald Kasali: Itu Salah Kaprah Ekonomi

Jika ingin nilai rupiah tetap stabil di tengah berbagai gejolak pasar, menurut Fakhrul, Pemerintah perlu mempersiapkan perekonomian agar mampu menyerap berbagai dampak dari kejadian-kejadian tersebut.

"Saya lihat mungkin kalau ada pergerakan harga global lagi, jangan semuanya terlalu dikendalikan, harus dibiarkan sehingga pasar bisa menyesuaikan, itu sumber dari kestabilan rupiah," tegas Fakhrul.

Target nilai tukar rupiah Rp16.800-Rp17.500 itu, bagi Fakhrul, bukan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan Pemerintah.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini