News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hasil-hasil Pertemuan Terbaru Bursa Efek Indonesia dan KSEI dengan MSCI

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERTEMU MSCI - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2024). Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah menggelar dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), Rabu, 11 Februari 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membeber hasil pertemuan terbaru mereka bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), perusahaan riset yang menyediakan indeks dan data pasar saham global.

Pertemuan tiga pihak tersebut merupakan tindak lanjut setelah pertemuan pada 2 Februari.

Tiga hari berselang atau tepatnya 5 Februari, OJK, BEI, dan KSEI telah mengirimkan dokumen teknis yang berisi sejumlah inisiatif mereka kepada MSCI guna merespons kekhawatiran lembaga penyedia indeks internasional tersebut.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik tidakmengungkap secara detail hasil pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026 tersebut.

Sebab, menurut dia, seluruh pihak dalam pertemuan itu menyepakati bahwa semua detail yang dibicarakan masih bersifat rahasia.

"Sesuai dengan norma yang disepakati bersama, maka seluruh detail maupun kesimpulan dari pertemuan tersebut adalah bersifat rahasia," kata Jeffrey kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Secara umum, Jeffrey menyebutkan pertemuan berlangsung secara konstruktif seperti yang sebelumnya. Mereka membahas detail dari tiga rencana aksi yang sudah disampaikan OJK, BEI dan KSEI.

Aksi pertama tentang disclosure atas pemegang saham di atas 1 persen. Ini merujuk pada upaya mereka yang akan melakukan perluasan keterbukaan informasi terkait dengan kepemilikan saham dengan perincian data pemegang saham tidak lagi pada kepemilikan di atas 5 persen.

Baca juga: Ekonom: Pasar Keuangan RI Sedang Diuji, Soroti MSCI hingga Moodys 

BEI akan menambahkan pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen yang disampaikan secara bulanan, guna semakin meningkatkan transparansi pasar.

Kedua adalah data investor yang lebih granular. Ini merujuk pada langkah penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI dari 9 kategori yang ada di Struktur Investor Identification (SID) saat ini, menjadi 28 subkategori investor.

Penyempurnaan ini akan dilakukan melalui penambahan jadi 28 klasifikasi investor sebagai subkategori pada jenis investor Corporate (CP) dan Others (OT) dalam SID.

Penyempurnaan klasifikasi investor itu dalam rangka menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat.

Baca juga: OJK Bersama BEI dan KSEI Sodorkan Tiga Solusi Kepada MSCI

Ketiga adalah progress dari implementasi peraturan tentang pencatatan yang mensyaratkan free flow dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Jeffrey kemudian mengungkap ada satu hal lagi yang akan dilakukan BEI, yaitu menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai komitmen BEI meningkatkan transparansi dan integritas pasar. "Kami juga tentu melihat best practice yang ada di bursa-bursa global, [salah satunya] sudah diterapkan di Hong Kong," ujar Jeffrey. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini