Ringkasan Berita:
- Komdigi menegaskan video yang mengklaim PBB meresmikan IKN adalah hoaks.
- Video tersebut merupakan rekaman KTT G20 2022 di Bali, bukan di IKN.
- Pemerintah menyebut IKN belum diresmikan dan ditargetkan menjadi ibu kota politik pada 2028.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan video Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meresmikan Ibu Kota Negara (IKN) adalah kabar bohong atau hoaks.
Hal itu disampaikan Komdigi seiring adanya video di Facebook berisi narasi yang mengeklaim PBB datang ke Indonesia untuk meresmikan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
"Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar," tulis pengumuman Komdigi yang dikutip Tribunnews, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Pengamat Ingatkan Soal Bahaya Koalisi Permanen di Pemerintahan: Belajar dari RUU Ciptaker & IKN
Adapun video yang beredar di media sosial bukan rekaman kedatangan rombongan PBB ke IKN, melainkan potongan visual peristiwa Konferensi Tingkat Tinggi Group of 20 (KTT G20) di Nusa Dua, Bali pada 15 – 16 November 2022.
Hingga saat ini pemerintah belum meresmikan IKN.
Presiden Prabowo menargetkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028, dan pembangunan memasuki tahap kedua dengan alokasi anggaran sekitar Rp6 triliun dari APBN untuk penguatan fasilitas negara dan institusi.
Baca tanpa iklan