News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Pangan

Lebaran Masih 2 Pekan Lagi, Harga Daging Sapi dan Cabai Rawit Sudah Meroket

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEDAGANG DAGING SAPI - Ilustrasi. Harga daging sapi di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mencapai Rp140.000 per kilogram dari harga semula sebesar Rp130.000.

Ringkasan Berita:

  • Harga daging sapi di sejumlah pasar naik hingga Rp140.000 per kg dari sebelumnya Rp130.000, sementara cabai rawit merah melonjak dari Rp70.000 jadi sekitar Rp120.000 per kg.
  • Pedagang menyebut kenaikan dipicu keterbatasan pasokan di Rumah Potong Hewan serta meningkatnya permintaan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
  • Mentan Amran menyatakan kenaikan harga daging dipicu permainan middleman atau distributor, dan pemerintah siap mencabut izin usaha distributor menaikkan harga di atas acuan.

 

TRIBUNNEWS.COM,  - Harga daging sapi dan cabai rawit merah mulai merangkak naik menjelang beberapa hari Lebaran 2026.

Harga daging sapi di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mencapai Rp140.000 per kilogram dari harga semula sebesar Rp130.000.

Seorang pedagang daging sapi di Pasar Gudang, Agus Mardiyana menjelaskan harga Daging sapi mulai merangkak naik sejak memasuki bulan Ramadan 2026.

Baca juga: Alasan Tak Dapat Untung, Pedagang Pasar Jatinegara Tolak Turunkan Harga Daging Sapi

‎"Awalnya sebelum bulan puasa harga daging Rp130 Ribu per kilo, sekarang daging harganya Rp140 Ribu per kilonya," katanya dikutip dari TribunTangerang, Jumat (5/3/2026).

Menurut Agus, lonjakan harga daging sapi saat ini dipicu kelangkaan stok daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH). 

‎"Karena mungkin stoknya di sana, di tukang jagalnya kita gatau gimana," ungkapnya. 

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi ini berimbas pada menurunya daya beli konsumen hingga 50 persen. 

"Biasanya orang beli 2 kilogram, sekarang cuma setengah kilo, 1 kilo," katanya. 

Agus memprediksi harga daging sapi akan terus alami kenaikan hingga 1 Syawal 1447 Hijriah, hingga tembus Rp180.000 per kilogram. 

‎"Lebaran itu paling rendah (harga daging sapi) Rp150 Ribu kalau paling tinggi bisa sampai Rp180 Ribu," kata dia. 

Desi Ariyani yang merupakan pembeli daging mengaku merasa keberatan dengan naiknya harga daging sapi ini. 

‎"Lumayan pusing juga dengan kenaikan ini, soalnya bulan puasa pengeluaran untuk belanja kan ekstra, pengennya sih supaya harga daging bisa murah lagi," ucapnya. 

Pedagang daging di Pasar Ciputat Tangerang Selatan.

Harga daging sapi yang naik juga terjadi di Pasar Rebo, Purwakarta, Jawa Barat, dengan harga Rp140-145 ribu per kilogram.

Harga tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya yang berada di kisaran harga Rp120-130 ribu per kilogram.

Aman, seorang pedagang di Pasar Rebo mengatakan kalau kenaikan harga daging sapi itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. 

Kenaikan harga diprediksi akan terus terjadi hingga menjelang lebaran atau Hari Raya Idul Fitri nanti. 
Sebab permintaan masyarakat terhadap daging akan tinggi.

"Kalau dilihat potensi kenaikannya, ya bisa terjadi hingga menjelang lebaran nanti," kata dia.

Harga Cabai Rawit 

Harga cabai rawit merah di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, naik dari Rp70 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Kemudian, cabai merah keriting naik dari Rp70 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Kemudian, di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, Jabar, harga cabai rawit merah atau dikenal cabai jablay juga di kisaran Rp120 ribu.

"Cabai jablay masih di atas sekarang, Rp 110.000 sampai Rp 120.000," kata Bonang, salah satu pedagang di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Sedangkan harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, di kisaran Rp82 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

Harga tersebut telah naik dibanding sebelumnya di bawah Rp80 ribu per kilogram.

Dikutip TribunBanyumas, harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikan menjadi Rp32 ribu hingga Rp34 ribu per kilogram.

Kata Menteri Pertanian

Menteri Pertanian dan juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, menyebut harga daging sapi naik dalam beberapa waktu terakhir karena dipermainkan distributor. 

Amran mengatakan, middleman atau pelaku usaha di antara produsen dan pengecer menaikkan harga sumber protein tersebut. 

“Kami beritahu tadi, yang menaikkan ternyata middleman,” kata Amran saat ditemui di di Kompleks Gudang Bulog Kanwil DKI & Banten, Jakarta Utara, dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, pada masa Ramadaan dan menjelang Idul Fitri ini, para distributor menaikan harga daging sapi hingga Rp 22.000 sampai Rp 23.000 per kilogram dibanding hari biasa. 

Hal itu membuat harga daging sapi dan daging ayam di tingkat pengecer dijual di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Konsumen. 

Adapun Bapanas menetapkan, harga HAP daging sapi paha belakang Rp 140.000 per kilogram. Sementara, daging ayam ras Rp 40.000 per kilogram. 

Amran menegaskan, praktek tersebut tidak bisa dibenarkan. Sebab, produsen daging sapi maupun daging ayam tidak menaikkan harga jual dan mematuhi HAP Produsen. 

Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah tegas mencabut izin usaha para distributor nakal tersebut. 

“Segel, tutup. Aku yang tanggung jawab,” ucap Amran.

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini