Ringkasan Berita:
- Program Bantuan Pasang Baru Listrik mencakup instalasi di rumah, tiga lampu, satu stop kontak, sertifikat instalasi, biaya sambungan PLN dengan daya 900 VA.
- Hingga 11 Maret 2026, instalasi listrik telah terpasang di 220.857 rumah tangga atau 102,72 persen dari target dengan 220.845 rumah tangga sudah menikmati listrik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (18/3/2026).
Salah satunya sektor energi yang dijalankan melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan program tersebut untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses listrik agar dapat menikmati layanan energi yang adil, layak, dan merata.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik mencakup instalasi di rumah, tiga lampu, satu stop kontak, sertifikat instalasi, biaya sambungan PLN dengan daya 900 VA.
"Serta token awal listrik Rp100.000. Jadi langsung nyala. Tokennya juga dikasih, Langsung nyala," katanya.
Menurut Qodari, capaian program tersebut selalu melebihi target setiap tahunnya. Pada 2022 dari target 80.000 rumah tangga realisasi program tersebut mencapai 80.183 rumah.
Pada tahun 2023, dari target 125.000 rumah terealisasi 131.600 rumah. Tahun 2024 dari target 150.000 rumah, terealisasi 155.429 rumah.
Baca juga: 268 Proyek Pembangkit Baru Disiapkan, Kapasitas Listrik Nasional Bakal Bertambah 30,2 GW
"2025 target 215.000 rumah tangga kemudian dioptimalkan menjadi 220.857 rumah tangga," katanya.
Hingga 11 Maret 2026, instalasi listrik telah terpasang di 220.857 rumah tangga atau 102,72 persen dari target dengan 220.845 rumah tangga sudah menikmati listrik.
"Program BPBL memberikan akses listrik bagi masyarakat tidak mampu sesuai prinsip 5K: kecukupan, keandalan, keberlanjutan, keterjangkauan, dan keadilan. Dengan listrik yang resmi, aman, dan legal," katanya.
Baca tanpa iklan