News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Timur Tengah Membara, Beban Subsidi BBM Malaysia Melonjak 4 Kali Lipat

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SUBSIDI MELONJAK - SPBU swasta di Malaysia. Subsidi BBM RON95 dan diesel bulanan nasional telah melonjak dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit dalam periode tersebut.

Ringkasan Berita:

  • Tagihan subsidi bahan bakar yang harus ditanggung Pemerintah Malaysia melonjak lebih dari empat kali lipat karena perang Iran vs Amerika-Israel.
  • Lonjakan beban subsidi BBM tersebut dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak dunia karena gangguan di jalur pelayaran Timur Tengah.
  • Subsidi BBM RON95 dan diesel bulanan di Malaysia melonjak dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit selama periode tersebut.

TRIBUNNEWS.COM, PETALING JAYA – Tagihan subsidi bahan bakar yang harus ditanggung Pemerintah Malaysia melonjak lebih dari empat kali lipat dalam waktu kurang dari seminggu.

"Lonjakan beban subsidi BBM tersebut dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak dunia karena gangguan di jalur pelayaran Timur Tengah," kata Perdana Menteri Malaysia Datuk Anwar Ibrahim di akun resmi Facebook-nya, Minggu 22 Maret 2026.

Anwar mengatakan, subsidi BBM RON95 dan diesel bulanan nasional telah melonjak dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit dalam periode tersebut.

Gangguan di Selat Hormuz telah menyebabkan gangguan pada 20 persen pasokan minyak dunia dan mencekik pasokan minyak ke pasar global.

"Dalam waktu kurang dari seminggu, harga minyak global melonjak dari sekitar 70 dolar menjadi hampir 120 dolar AS per barel,” kata Anwar Ibrahim.

Meskipun merupakan negara penghasil minyak, Malaysia tetap bergantung pada impor, dengan hampir setengah dari pasokannya berasal melalui jalur yang terdampak.

Dalam unggahan tersebut, Bapak Anwar mengatakan Malaysia mengekspor minyak mentah senilai sekitar US$5,5 miliar pada tahun 2025 tetapi mengimpor hampir US$12,6 miliar, yang mengakibatkan defisit melebihi US$7 miliar.

“Malaysia memang memproduksi minyak, tetapi kita juga mengimpor lebih banyak minyak daripada mengekspor,” sebut Anwar Ibrahim.

Baca juga: Iran Kantongi 2 Juta Dolar dari Bea Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Ia mengatakan minyak mentah impor harus dimurnikan, diangkut, dan diasuransikan sebelum sampai ke konsumen, dengan semua biaya meningkat selama konflik.

Kenaikan ini memiliki efek domino, katanya, yang berdampak pada biaya transportasi, harga pangan, dan pengeluaran rumah tangga di seluruh negeri.

Untuk melindungi konsumen, pemerintah telah meningkatkan subsidi agar rakyat Malaysia tidak menanggung beban penuh kenaikan harga global.

Baca juga: Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Air dan Energi Timur Tengah Jika AS Serang Pembangkit Listrik

“Di masa-masa sulit ini, Malaysia telah memilih untuk menyerap sebagian tekanan biaya global untuk melindungi rakyat,” katanya.

Anwar juga menyatakan keyakinannya bahwa negara ini akan mampu mengatasi tantangan di masa mendatang, dengan mencatat bahwa Malaysia telah mengatasi tekanan serupa di masa lalu.

The Star/The Straits Times

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini