Ringkasan Berita:
- GT Cikampek Utama menjadi titik akhir yang menerima arus kendaraan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek
- Rekayasa lalu lintas one way lokal mulai diberlakukan dari KM 132 Ruas Tol Cikopo-Palimanan hingga KM 70 GT Cikampek Utama pada pukul 08.47 WIB
TRIBUNNEWS.COM, CIKAMPEK - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) meningkatkan layanan di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama sebagai titik kunci arus balik Lebaran 1447H/2026.
Langkah ini dilakukan seiring penerapan rekayasa lalu lintas one way lokal secara bertahap di ruas Tol Trans Jawa untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Sebagai jalur utama penghubung wilayah timur ke Jakarta, ruas Tol Trans Jawa setiap musim mudik dan arus balik kerap mengalami lonjakan volume kendaraan.
Baca juga: Oneway KM 390 Tol Batang-Semarang dan KM 70 Jakarta-Cikampek Diberlakukan
GT Cikampek Utama menjadi titik akhir yang menerima arus kendaraan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek, sehingga perannya krusial dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Rekayasa lalu lintas one way lokal mulai diberlakukan dari KM 132 Ruas Tol Cikopo-Palimanan hingga KM 70 GT Cikampek Utama pada pukul 08.47 WIB.
Selanjutnya, skema tersebut diperluas pada pukul 10.23 WIB dari KM 263 Ruas Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melalui komunikasi radio, sebagai bagian dari koordinasi pengendalian lalu lintas di lapangan. Kebijakan ini bersifat situasional sesuai diskresi Kepolisian dan akan terus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas.
Untuk mendukung kelancaran arus balik, JTT mengoperasikan 22 gardu tol di GT Cikampek Utama. Jumlah ini dapat ditingkatkan hingga 26 gardu secara situasional guna mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju arah Jakarta.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengatakan, seluruh sumber daya operasional telah dioptimalkan untuk mendukung kebijakan tersebut.
"JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh Kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar dan terkendali. Seiring dengan peningkatan volume lalu lintas pada periode arus balik, kami juga memastikan layanan di lapangan tetap optimal sehingga pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman," ucap Ria dalam keterangan, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, JTT memastikan kesiapan layanan melalui penempatan petugas di lapangan, optimalisasi operasional gardu dan penambahan dukungan transaksi guna mempercepat pelayanan di gerbang tol.
Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui CCTV yang terintegrasi dengan pusat pengendalian.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik dan meminimalkan potensi kepadatan di titik-titik krusial menuju Jakarta.
Baca tanpa iklan