TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebutuhan industri terhadap talenta atau sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengolah dan menganalisis data terus meningkat seiring percepatan transformasi digital.
Kemampuan seperti analisis data, critical thinking, dan problem solving kini menjadi kompetensi utama yang dicari perusahaan di berbagai sektor.
Laporan dari World Economic Forum juga menegaskan keterampilan berbasis data menjadi salah satu yang paling dibutuhkan di masa depan.
Hal ini membuat program studi yang mengintegrasikan bisnis dan analitik, seperti business mathematics, semakin relevan dalam menjawab kebutuhan industri.
Relevansi tersebut tercermin dari capaian mahasiswa Program Studi Business Mathematics Universitas Prasetiya Mulya. Sepanjang 2025, salah satu mahasiswanya, Avril Lawrencia, berhasil meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional.
Avril meraih Juara 1 dalam Unbottle Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Kompetisi ini merupakan ajang studi kasus bisnis di industri FMCG yang menantang peserta untuk merumuskan solusi terkait penjualan dan keberlanjutan.
Selain itu, Avril juga meraih posisi 1st Runner Up dalam GEAR 2025 yang diselenggarakan oleh Astra Honda Motor, serta dinobatkan sebagai Best Individual dalam INKOMPASS Innovation Challenge 2025 yang diinisiasi oleh PT HM Sampoerna Tbk.
Baca juga: Siapa Paling Berpengaruh di Instagram Pemerintah? Ini Temuan Analitik Big Data
Ketiga kompetisi tersebut menguji kemampuan peserta dalam menganalisis data, memahami permasalahan bisnis nyata, serta merumuskan strategi berbasis pendekatan kuantitatif dan keberlanjutan.
Ajang-ajang ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sehingga menjadi indikator kompetensi di bidang analisis bisnis dan data.
Ketua Program Studi Business Mathematics Universitas Prasetiya Mulya, Yeftanus Antonio, menyampaikan, capaian mahasiswa ini mencerminkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Pemerintah Diminta Penanganan Sawit di Kawasan Hutan Berbasis Data Akurat
“Kami melihat kebutuhan industri yang semakin kuat terhadap talenta yang berpikir analitik, inovatif, dan strategis. Karena itu, kurikulum S1 Business Mathematics dirancang untuk menekankan pengambilan keputusan berbasis data, pemecahan masalah nyata, serta integrasi antara bisnis dan teknologi,” ujarnya dikutip Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, metode pembelajaran berbasis real case study menjadi kunci dalam membekali mahasiswa menghadapi kompleksitas dunia kerja, sekaligus mendorong lahirnya solusi bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.
Avril Lawrencia juga mengungkapkan, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan gambaran nyata mengenai ekspektasi industri saat ini.
“Kami tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengolah data dan menghasilkan solusi yang aplikatif serta berdampak,” katanya.
Baca tanpa iklan