News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dolar AS Terus Menguat, Peritel Antisipasi Kenaikan Harga dari Pemasok

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANTISIPASI LONJAKAN HARGA - Aneka snacks di gerai Alfamart Bukit Nusa Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis, 7 Mei 2026. Peritel mengantisipasi lonjakan harga dari pemasok akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ringkasan Berita:

  • Peritel mengantisipasi lonjakan harga dari pemasok akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Sejumlah pemasok telah mengabarkan rencana menaikkan harga produk dalam waktu mendatang karena pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Pelemahan daya beli masyarakat dan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan serius bagi industri ritel pada tahun ini.

Peritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart mengantisipasi potensi kenaikan harga barang dari para pemasok akibat pelemahan rupiah yang dikhawatirkan membebani konsumen.

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Anggara Hans Prawira mengatakan, kondisi ekonomi saat ini tidak lebih baik dibandingkan tahun lalu.

"Kita sama-sama tahu, daya beli kita saat ini juga tidak dalam kondisi yang lebih baik dibanding tahun lalu. Di samping tentunya kita semua tahu exchange rate USD yang terus menguat, melemahnya rupiah. Ini yang terus terang tantangan buat kita, karena beberapa suppliers sepertinya tidak akan mampu lagi menahan harga," kata Hans dalam Konferensi Pers RUPS Alfamart di Alfa Tower, Tangerang, Banten, Kamis (4/6/2026).

Alfamart telah menerima informasi dari sejumlah pemasok terkait kemungkinan penyesuaian harga produk dalam waktu mendatang.

"Kami juga dapat informasi dari beberapa supplier mengenai kemungkinan terjadinya kenaikan harga. Jadi kita bisa bayangkan di tengah daya beli yang relatif tidak cukup kuat tapi harga kemungkinan juga tidak bisa bertahan di angka sekarang. Jadi menurut saya itu tantangan yang nyata yang harus kita hadapi," ungkapnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Alfamart mengandalkan pemanfaatan data konsumen guna memahami kebutuhan dan perilaku belanja pelanggan secara lebih mendalam.

Strategi ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menawarkan program promosi yang lebih tepat sasaran kepada konsumen.

Baca juga: Alfamidi Buka Suara Soal Koperasi Merah Putih dan Wacana Pembatasan Ritel Modern di Desa

"Kita tentunya berusaha untuk bisa pertama lebih mengenal konsumen dengan data yang kita miliki. Kita percaya bahwa data itu bisa membuat kita punya visibilitas lebih bagus mengenai konsumen kita sehingga bisa memberikan penawaran yang lebih relevan," jelas Hans.

Menurutnya, promosi yang dijalankan perusahaan tidak sekadar memberikan diskon, tetapi mengacu pada data dan pola perilaku konsumen agar dapat meningkatkan loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Baca juga: Marak Demo, Peritel Minta Pemerintah Jamin Keamanan di Pusat Perbelanjaan

"Kalau kita bicara kondisi susah tapi kita berusaha untuk memberikan promosi-promosi yang bisa meningkatkan loyalitas pelanggan kita. Sekali lagi promosinya bukan sekedar promosi tapi kita berbasis data."

"Jadi dengan kemampuan atau database konsumen yang kita miliki dan behavior-nya kita yakin bisa menjawab tantangan atau kondisi yang enggak mudah yang kita hadapi saat ini," ucap Hans.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini