News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kabar Baik! Perlengkapan Haji 2026 Banyak Dipasok IKM Lokal, Ini Daftarnya

Penulis: Lita Febriani
Editor: willy Widianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OLEH_OLEH HAJI - Seorang pelanggan berjalan diantara oleh-oleh Haji dan Umrah di toko Istana Kurma, Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu bersaing dan terlibat dalam rantai pasok nasional.

Salah satu strategi nyata terlihat dari keterlibatan IKM binaan dalam penyediaan perlengkapan haji tahun 2026 (1447 H).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, partisipasi IKM dalam pemenuhan kebutuhan haji menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus memaksimalkan potensi pasar domestik.

"Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka," tutur Agus dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Lindungi Jemaah Haji dan Umrah, Polri Bentuk Satgas Khusus Tindak Travel Ilegal

Ekosistem haji dan umrah di Indonesia menyimpan potensi ekonomi besar yang perlu dimanfaatkan pelaku industri nasional.

Dengan populasi muslim Indonesia yang besar serta peningkatan kuota haji, pasar ini dinilai mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi industri dalam negeri.

Untuk mendorong hal tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) aktif membuka akses pasar dan membangun kemitraan berkelanjutan. Upaya ini membuahkan hasil dengan terlibatnya 12 IKM binaan sebagai pemasok perlengkapan haji tahun 2026.

Keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan business matching sektor industri pangan dan barang gunaan dengan HIPPINDO serta ekosistem haji dan umrah yang digelar pada Desember 2025.

Agenda itu mempertemukan IKM dengan berbagai offtaker, mulai dari penyedia jasa travel haji dan umrah, agregator, hingga perbankan syariah.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, dari kegiatan tersebut, empat IKM berhasil masuk pasar sebagai pemasok utama perlengkapan haji.

"Produk IKM binaan kami, mulai dari batik, mukena, hingga kain ihram telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia," ujar Reni.

Keempat IKM tersebut yakni CV Akasia Batik, PT Kresna Andalan Beka, CV Rajasa Mas Jaya, dan CV Gilang Githa Gemilang. Mereka telah menjalin kontrak pengadaan dengan Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu Bank Penerima Setoran (BPS) haji.

Selain itu, delapan IKM batik binaan dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta juga turut berkontribusi melalui pemenuhan sertifikasi Batikmark. Sertifikat ini menjadi syarat penting untuk menjamin keaslian batik yang digunakan sebagai seragam haji.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menambahkan, sertifikasi tersebut penting untuk menjaga mutu sekaligus identitas produk nasional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini