TRIBUNNEWS.COM - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) bersama SUN meluncurkan Green Mining Innovation Challenge (Greenovation) 2026, sebuah kompetisi bisnis yang ditujukan untuk mempercepat inovasi dekarbonisasi dan efisiensi energi di sektor pertambangan nasional.
Inisiatif ini hadir di tengah tuntutan transformasi industri tambang yang kian mendesak.
Sebagai salah satu penopang utama perekonomian, sektor pertambangan dituntut untuk tetap produktif sekaligus beradaptasi dengan agenda global penurunan emisi dan penguatan daya saing.
Greenovation dirancang sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku industri untuk menghadirkan solusi aplikatif, mulai dari pengelolaan energi hingga efisiensi operasional.
Program ini juga menargetkan inovasi yang mampu menjawab tantangan biaya, produktivitas, serta standar keberlanjutan yang semakin ketat.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa sektor industri, termasuk pengolahan mineral dan smelter, menjadi kontributor signifikan terhadap emisi nasional.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong hilirisasi dan ketahanan energi. Kondisi ini menempatkan dekarbonisasi sektor tambang sebagai kebutuhan strategis yang harus dilakukan tanpa mengorbankan kinerja produksi.
Baca juga: Penggunaan BBM Beretanol Dinilai Dapat Menekan Emisi Karbon
Dalam pelaksanaannya, Greenovation 2026 memfokuskan dua area utama. Pertama, optimalisasi bauran energi dan efisiensi operasional tambang, termasuk pemanfaatan energi terbarukan, sistem hybrid, serta manajemen energi cerdas.
Kedua, elektrifikasi kendaraan dan alat berat tambang, yang mencakup pengembangan infrastruktur pengisian daya hingga model bisnis yang berkelanjutan.
Executive Director APBI-ICMA, Gita Mahyarani, menilai inisiatif ini sebagai ruang strategis untuk mendorong pertukaran gagasan dan pengembangan teknologi di sektor tambang.
“Greenovation menjadi wadah untuk memperkuat daya saing industri melalui inovasi dan efisiensi, sehingga sektor pertambangan dapat terus beradaptasi dengan dinamika global,” ujarnya, Senin (21/4/2026).
Sementara itu, Director of Power SUN, Emmanuel Jefferson Kuesar, menekankan pentingnya pengelolaan energi dalam meningkatkan daya saing industri.
Baca juga: Hadapi Gejolak Global, PHE Perkuat Hulu Migas dan Energi Rendah Karbon
“Perusahaan tambang yang mampu mengelola energi secara efisien dan cerdas akan memiliki posisi lebih kuat dalam menghadapi tekanan pasar dan tuntutan global,” katanya.
Director of Mobility SUN, Karina Darmawan, menambahkan bahwa kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret yang mendukung dekarbonisasi tanpa mengurangi efektivitas produksi. “Inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung terhadap efisiensi layak mendapatkan pengakuan,” ujarnya.
Greenovation 2026 melibatkan dewan juri dari unsur pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Penyelenggara menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah, serta kesempatan bagi pemenang kategori utama untuk mengunjungi pusat inovasi energi terbarukan di China.
Melalui inisiatif ini, APBI-ICMA dan SUN menargetkan lahirnya solusi berbasis industri yang dapat memperkuat transformasi sektor pertambangan menuju sistem yang lebih tangguh, efisien, dan rendah karbon.
Baca tanpa iklan