Karena itu, tambah Mulyadi, tahapan untuk mendapatkan izin edar dari kemeterian ESDM akan dipenuhi sati persatu.
“Paralel Bobibos bahkan sudah didatangi pengusaha Banglades dan Malaysia, serta di ingatkan Vietnam,” jelas Mulyadi.
Para negara-negara tetangga RI itu menunggu launching di Timor Leste, kata Mulyadi, setelah itu akan mengundang untuk Bobibos hadir di negara mereka.
“Setelah Timor-Leste, negara mereka minta diprioritaskan untik kerjasama, karena ketiga negara tersebut memiliki area persawahan yang memungkinkan untuk Bobibos produksi massal,” jelas putra asli Jonggol, Jabar ini.
Sementara itu, Iklas menambahkan, pemerintah sangat mendukung lahirnya energi baruterbarukan seperti Bobibos.
Karena itu dia sangat berterima kasih atas dukungan yang dilakukan Kementerian ESDM.
“Harapan kami ini menjadi solusi untuk masyarakat,” kata Iklas.
Iklas dalam kesempatan itu juga menegaskan Bobibos saat ini belum melakukan jual beli karena masih berproses dengan pemerintah.
Dia menegaskan, masyarakat yang antusias dengan Bobibos harus hati-hati dengan penipuan.
“Jika ada yang mengatasnamakan penjualan Bobibos dipastikan hoaks, kami minta doa agar uji fungsi bisa berhasil agar menjadi solusi energi," ujarnya. (*)
Baca tanpa iklan