News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Keamanan Berlapis Jadi Kunci Hadapi Lonjakan Scam Digital di Fintech

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANCAMAN FRAUD - Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menjelaskan teknologi dan fitur VIDA kepada para pengunjung ajang Money20/20 Asia 2026 di booth VIDA sebagai solusi untuk memperkuat sistem keamanan pelaku fintech guna mengantisipasi potensi ancaman fraud.

 

TRIBUNNEWS.COM - VIDA, jaringan identitas digital di Indonesia, berpartisipasi dalam forum Money20/20 Asia 2026 yang berlangsung pada 21–23 April 2026 di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok.

Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan urgensi infrastruktur identitas digital yang aman dan terverifikasi di tengah akselerasi adopsi layanan keuangan digital di Asia Tenggara.

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, tampil sebagai pembicara dalam sesi “How Cybercriminals Target Fintech and What’s Next”.

Baca juga: Analis: Ekosistem Besar dan Kekayaan Data Jadi Kekuatan Fintech Lokal

Ia mengulas evolusi kejahatan siber yang kian kompleks, sekaligus implikasinya terhadap keberlanjutan industri fintech.

Menurutnya, peningkatan kasus penipuan digital tidak cukup direspons melalui edukasi semata, melainkan memerlukan penguatan infrastruktur serta dukungan kerangka hukum yang mampu melindungi konsumen.

Dalam paparannya, Niki menekankan pentingnya pendekatan keamanan berlapis (multi-layered defense) sebagai fondasi mitigasi risiko.

Pendekatan ini dianalogikan seperti sistem pertahanan kastel pada abad pertengahan yang dirancang untuk menghadapi berbagai jenis serangan.

VIDA menggarisbawahi empat lapisan strategis dalam memperkuat sistem keamanan fintech.

Pertama, verifikasi individu melalui teknologi biometrik yang memastikan pengguna merupakan entitas nyata. 

Kedua, verifikasi perangkat untuk mengantisipasi celah seperti injection attack yang memungkinkan manipulasi data biometrik, termasuk melalui deepfake berbasis AI.

Ketiga, verifikasi identitas dengan memastikan kesesuaian data pengguna terhadap basis data resmi pemerintah.

Keempat, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendeteksi anomali secara adaptif dan meningkatkan skalabilitas sistem keamanan.

Sebagai bagian dari penguatan solusi, VIDA juga memperkenalkan fitur “Beyond Liveness”, yang dirancang untuk menghadapi kompleksitas ancaman penipuan digital yang tidak lagi dapat ditangani oleh satu lapisan verifikasi.

Fitur ini mengintegrasikan lima lapisan pengamanan, termasuk analisis perilaku perangkat, pola jaringan, dan behavioral analytics secara real-time dalam satu SDK.

Dengan waktu respons di bawah 100 milidetik, sistem ini dirancang tetap menjaga pengalaman pengguna sekaligus meningkatkan akurasi deteksi potensi penipuan.

Ke depan, VIDA menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan solusi identitas digital berstandar global yang terintegrasi dengan sistem pemerintah, guna mendukung keamanan transaksi digital bagi pengguna dan pelaku usaha.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini