Ringkasan Berita:
- Pemerintah optimistis menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian situasi dunia.
- Pengusaha muda menekankan kolaborasi lintas wilayah sebagai kunci kekuatan ekonomi Indonesia pascapandemi.
- Munas XVIII HIPMI menjadi momentum krusial untuk memperkuat peran dunia usaha di tingkat daerah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah secara tegas menyatakan optimisme dalam menghadapi potensi krisis energi global imbas perang Iran yang tengah menjadi tantangan dunia.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional melalui langkah-langkah strategis yang melibatkan jajaran kementerian serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada awal April 2026, sebagai fondasi menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Sejalan dengan optimisme pemerintah, sektor dunia usaha mulai memperkuat struktur ekonomi melalui sinergi lintas daerah.
Dalam acara "Sambung Rasa" atau ajang diskusi aspirasi yang digelar Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu, Selasa (28/4/2026), pengusaha Ade Jona Prasetyo menyoroti pentingnya kolaborasi antarwilayah.
Berkaca pada pengalaman pandemi Covid-19, kerja sama lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu kekuatan nasional dalam menghadapi tekanan global.
“Dengan sinergi antara pelaku usaha pusat dan daerah, ekonomi Indonesia akan lebih kuat,” ujar Ade Jona, dalam keterangannya, dikutip Kamis pada Kamis (30/4/2026).
Baca juga: IHSG Ambles 3 Persen Menjauhi Level 7.000, Ini Biang Keroknya
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menambahkan bahwa soliditas internal sangat diperlukan agar arah kemajuan dunia usaha di daerah tetap berjalan seirama dengan kebijakan nasional.
“Kita harus berjalan bersama dalam satu barisan untuk mendorong kemajuan organisasi dan dunia usaha di daerah,” katanya.
Fokus penguatan peran pengusaha muda ini kini semakin mengerucut pada persiapan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI. Steering Committee (SC) atau panitia pengarah telah menetapkan empat kandidat calon ketua umum, yakni Ade Jona Prasetyo, Anthony Leong, Reynaldo Bryan, dan Afifuddin Kalla, yang dipastikan telah melalui proses seleksi sesuai prosedur organisasi.
Setelah melalui tahapan pengambilan nomor urut pada 24 April lalu, puncak Munas XVIII dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi pengusaha di tengah tantangan energi global.
Baca tanpa iklan