News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kolaborasi Industri Sektor Energi RI dan China Didorong Lebih Terintegrasi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOLABORASI SEKTOR ENERGI - Ajang Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 dengan mengusung tema “Cooperation for New Development in Energy”.

Ringkasan Berita:

  • ICEE 2026 mempertemukan pelaku industri, asosiasi, pemerintah, hingga penyedia teknologi dari kedua negara untuk membahas arah baru industri energi yang semakin hijau, efisien, dan terintegrasi.
  • Sekitar 42 persen ekspor batu bara Indonesia setiap tahunnya ditujukan ke China, dengan volume ekspor mencapai sekitar 305 juta ton pada 2025.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan industri sektor energi dan pertambangan Indonesia dan China diperkuat dalam gelaran Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026.

Mengusung tema “Cooperation for New Development in Energy”, forum ini mempertemukan pelaku industri, asosiasi, pemerintah, hingga penyedia teknologi dari kedua negara untuk membahas arah baru industri energi yang semakin hijau, efisien, dan terintegrasi.

Baca juga: Hadiri Gala Dinner MMS Group Indonesia, Bamsoet Dorong Pengembangan Energi Berkelanjutan

Bagi MMS Resources, subholding pertambangan dari MMSGI berpartisipasi dalam ICEE 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring global sekaligus membaca arah transformasi industri energi regional. 

Head of Marketing MMS Resources, Muhamad Saly Putra, mengatakan, kondisi pasar global saat ini justru memperlihatkan pentingnya hubungan jangka panjang, komunikasi yang terbuka, serta kepastian pasokan energi antara Indonesia dan China.

“Forum seperti ICEE menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini tidak lagi sebatas hubungan perdagangan biasa, tetapi sudah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional. Kami melihat adanya kebutuhan besar terhadap continuity of supply, reliability, dan kerja sama jangka panjang dari Indonesia,” ujar Saly dikutip Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, China masih menjadi mitra utama bagi industri batu bara Indonesia. Berdasarkan data Kpler, sekitar 42% ekspor batu bara Indonesia setiap tahunnya ditujukan ke China, dengan volume ekspor mencapai sekitar 305 juta ton pada 2025.

Besarnya hubungan dagang tersebut, menjadikan stabilitas dan keberlanjutan kerja sama kedua negara semakin penting, baik bagi keberlanjutan industri energi Indonesia maupun keamanan pasokan energi China.

"Indonesia masih memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pasar China. Karena itu, forum seperti ICEE menjadi penting untuk memperkuat mutual understanding, membuka peluang kolaborasi baru, serta membangun hubungan industri yang lebih sustainable ke depan,” lanjutnya.

ICEE 2026 juga memperlihatkan bagaimana arah hubungan Indonesia–China mulai bergerak menuju kolaborasi industri yang lebih luas. Tidak hanya melibatkan perusahaan tambang dan trader energi, forum ini turut dihadiri asosiasi batu bara China, asosiasi logistik, perwakilan pemerintah daerah, hingga perusahaan teknologi pertambangan dan energi dari kedua negara.

Bagi MMS Resources, kata Saly, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut membuka peluang strategis dalam pengembangan industri pertambangan yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan global.

Baca juga: MMS Group Indonesia Komitmen Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

“Yang hadir di sini bukan hanya buyer dan seller, tetapi juga asosiasi industri, perusahaan teknologi, hingga perwakilan provinsi dari China. Ini membuka ruang diskusi yang jauh lebih strategis, mulai dari pengembangan teknologi pertambangan, efisiensi logistik, digitalisasi operasional, hingga potensi kolaborasi untuk mendukung industri energi yang lebih rendah emisi,” kata Saly.

Dalam ICEE 2026, isu green mining, digitalisasi pertambangan, clean coal technology, integrasi energi baru, hingga transformasi industri rendah karbon menjadi fokus utama pembahasan. 

Lebih dari 150 perusahaan energi dan pertambangan global turut berpartisipasi, termasuk perusahaan teknologi dan alat berat terkemuka dari China.

Melalui partisipasi di ICEE 2026, MMS Resources menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra industri pertambangan yang adaptif, berorientasi jangka panjang, dan siap mendukung transformasi sektor energi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini