News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sepiring Tahu Kupat dan Kisah Pedagang Kecil Bertahan di Manahan

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERTAHAN - Heriyanto, berdiri di depan lapak Tahu Kupat Pak Har di Shelter Kuliner Manahan Solo. Pedagang tahu kupat asal Sragen ini telah melewati masa-masa sulit, mulai dai pandemi Covid-19 hingga relokasi pasar membuatnya jatuh bangun bertahan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Tak lama setelah azan asar berbunyi, terlihat Heriyanto berdiri di depan warung kecilnya di sisi barat kompleks Stadion Manahan, Solo.

Tangan pria asal Sragen itu sibuk menata potongan tahu goreng, kupat, dan taburan kecambah ke dalam piring pelanggan.

Dari luar, warung Tahu Kupat Pak Har tampak seperti kedai sederhana pada umumnya.

Namun di balik kepulan kuah hangat dan ramainya pembeli, tersimpan cerita panjang tentang jatuh bangun mempertahankan hidup.

Bagi Mas Heri, sapaan akrabnya, usaha kuliner bukan sekadar mencari keuntungan. Warung itu menjadi penopang keluarga sekaligus saksi bagaimana dirinya bertahan melewati masa-masa paling sulit selama lebih dari satu dekade terakhir.

“2020, 2021, 2022 itu menjadi tahun yang berat bagi kami kuliner di shelter Manahan. Hancur karena pandemi, mulai bangkit habis itu harus pindah karena shelter dibongkar untuk penataan,” jelas Mas Heri saat ditemui di warungnya, Selasa (12/5/2026).

Pandemi Covid-19 menjadi pukulan pertama. Pembatasan aktivitas masyarakat membuat kawasan Manahan yang biasanya ramai mendadak lengang.

Pedagang kehilangan pembeli hampir setiap hari. Pendapatan menurun drastis, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

Ketika kondisi perlahan membaik pada 2021, harapan para pedagang kembali diuji.

Pemerintah Kota Surakarta melakukan penataan kawasan Stadion Manahan sebagai bagian dari proyek revitalisasi kota dan persiapan menyambut Piala Dunia U20 2023.

Baca juga: Mendag Budi Sebut Mayoritas UMKM Tak Tahu Cara Cari Pembeli di Luar Negeri

Shelter kuliner yang selama bertahun-tahun menjadi tempat mencari nafkah harus dibongkar.

Para pedagang tercerai-berai mencari tempat baru untuk bertahan hidup.

Mas Heri memilih menyewa lahan milik pribadi bersama beberapa pelaku UMKM kuliner lain tak jauh dari lokasi lama.

Keputusan itu bukan tanpa risiko. Biaya sewa menambah beban di tengah kondisi usaha yang belum sepenuhnya pulih.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini