News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Pengelola Sampah Kini Jadi Penyuplai Dapur MBG

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Alek Solehudin, Direktur BUMDesa Surya Karya Mandiri, saat ditemui di kantornya di Desa Susukan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berkat kinerja dai BUMDesa Surya Karya Mandiri, Desa Susukan berhasil menjadi salah satu pemenang program Desa BRILiaN 2025, yakni Juara 1 di tingkat Regional Office (RO) BRI Jakarta 2 (Region 7).

"Saat UMKM berkembang, BUMDesa adalah gudang besarnya. Korporasi besar akan susah bergerak kalau kita sudah menguasai peta pembelanjaan dari bawah," tegasnya.

BUMDesa adalah "BUMN Desa"

Alek juga dikenal sangat keras dalam urusan profesionalisme.

Ia seringkali harus bersitegang—bahkan hingga "gebrak meja"—di kantor desa demi menegaskan posisi hukum BUMDesa.

Banyak BUMDesa di Indonesia lahir secara simsalabim; pagi dibentuk, sore keluar SK, tanpa tahu apa yang harus dikerjakan.

Alek memilih jalan yang sulit. Baginya, BUMDesa harus dikelola layaknya perusahaan profesional, bukan sebagai "anak buah" administratif kepala desa.

Maka itu ia merombak total struktur manajemen sejak 2024, menyingkirkan intervensi politik, dan memposisikan dirinya sebagai direktur yang punya otoritas penuh, bukan sekadar pelaksana keinginan kepala desa.

Berdasarkan PP No. 11 Tahun 2021, Alek menekankan bahwa Direktur BUMDesa memiliki kewenangan penuh untuk mengatur manajerial, mengangkat pegawai, hingga menentukan arah investasi tanpa intervensi politik.

"BUMDesa itu badan hukum. Penyertaan modal dari Dana Desa itu statusnya berubah menjadi modal bisnis, bukan dana hibah yang diatur belanja spanduk atau spanduk oleh pihak luar," tegas Alek.

Ia meyakini, tanpa kemandirian manajerial, BUMDesa hanya akan menjadi beban bagi anggaran desa.

"Dana desa yang dijadikan penyertaan modal itu statusnya berubah menjadi modal bisnis, bukan dana hibah yang diatur belanja per item oleh desa. Saya siap bertanggung jawab secara hukum, tapi biarkan saya bekerja secara profesional," katanya.

Hasil dari ketegasan dan visi Alek kini mulai dirasakan warga.

Sejak produktivitas meningkat signifikan pada Agustus 2025, BUMDesa Surya Karya Mandiri mampu mencatatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp18 juta dalam waktu singkat.

Lebih dari itu, BUMDesa kini mampu memberikan gaji yang layak bagi 12 pegawainya, lengkap dengan jaminan makan siang dan lingkungan kerja yang representatif.

"Sejahtera itu bukan berarti semuanya gratis. Sejahtera itu saat masyarakat punya kemampuan mandiri; pendapatan cukup dan pengeluaran terukur," pungkas Alek.

Kisah dari Susukan ini menjadi bukti bahwa di tangan pemimpin yang memiliki insting bisnis tajam dan keberanian untuk mendobrak tradisi, sebuah desa "pemukiman" bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini