Ringkasan Berita:
- Tak hanya fokus pada efisiensi, modernisasi kapal juga diarahkan pada aspek perlindungan lingkungan
- Sistem tersebut membantu mencegah penyebaran spesies invasif yang berpotensi merusak ekosistem laut.
- Penerapan berbagai teknologi tersebut membuat MT Pagerungan mampu menjalankan operasional distribusi energi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi energi nasional melalui pengelolaan armada laut yang modern, efisien, dan berstandar internasional. Salah satu armada yang menjadi tulang punggung distribusi tersebut adalah MT Pagerungan, kapal tanker yang berperan menjaga konektivitas pasokan BBM ke berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Tinggalkan Selat Hormuz, Kapal Tanker China Bawa 4 Juta Barel Minyak Mentah
Kapal ini melayani jalur distribusi energi dari sejumlah terminal utama seperti Balongan, Tuban, dan Tanjung Wangi menuju wilayah operasional di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Indonesia Timur. Kehadiran MT Pagerungan dinilai penting untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga di tengah tingginya aktivitas masyarakat dan industri di berbagai daerah.
Dalam lima tahun terakhir, MT Pagerungan telah menjalani modernisasi melalui penerapan berbagai teknologi yang mendukung efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto mengatakan armada laut memiliki peran strategis dalam menjaga distribusi energi nasional, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.
“Distribusi energi melalui jalur laut membutuhkan armada yang andal, adaptif, dan mampu menjawab tantangan operasional di berbagai wilayah. Melalui modernisasi kapal seperti MT Pagerungan, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem logistik energi agar pasokan dapat tersalurkan secara aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Arif dikutip Rabu (20/5/2026).
Dari sisi teknologi, MT Pagerungan kini dilengkapi berbagai perangkat penunjang efisiensi energi. Salah satunya Fin Stabilizer yang membantu menjaga kestabilan kapal saat berlayar sehingga hambatan gerak dapat ditekan dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih optimal.
Selain itu, kapal juga menggunakan teknologi Variable Frequency Drive (VFD) yang memungkinkan pengaturan kerja motor listrik secara dinamis. Teknologi tersebut membantu penggunaan energi menjadi lebih efisien sekaligus menjaga beban kerja mesin tetap optimal selama operasional.
Tak hanya fokus pada efisiensi, modernisasi kapal juga diarahkan pada aspek perlindungan lingkungan. MT Pagerungan telah dibekali Ballast Water Treatment System (BWTS), yakni sistem pengolahan air ballast sebelum dibuang kembali ke laut.
Baca juga: Iran Sita Kapal Tanker Ocean Koi di Teluk Oman, Terapkan Aturan Baru Hormuz
Melalui proses penyaringan dan penonaktifan organisme biologis maupun mikroorganisme, sistem tersebut membantu mencegah penyebaran spesies invasif yang berpotensi merusak ekosistem laut. Penerapan BWTS juga menjadi bagian dari kepatuhan kapal terhadap standar lingkungan internasional.
Arif menegaskan, penerapan berbagai teknologi tersebut membuat MT Pagerungan mampu menjalankan operasional distribusi energi secara lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.
Baca tanpa iklan