News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Kemendag Klaim Pelemahan Rupiah Belum Berdampak ke UMKM Kriya

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PELEMAHAN RUPIAH - Produk kerajinan kriya yang dijajakan oleh pegiat UMKM di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Rizki Sandi Saputra

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) merespons soal pelemahan kurs rupiah terhadap pengaruh geliat UMKM khususnya sektor kreatif dan kriya.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria, menyampaikan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga hari ini belum berpengaruh pada UMKM sektor tersebut.

"Tapi kan ini pelemahan rupiah baru seminggu ini lah ya, dampaknya kan belum terlihat," kata Ari saat ditemui awak media di salah satu pusat perbelanjaan di Kawasan Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Rupiah Masih Melemah ke Rp 17.667, Pengamat Soroti Perang Iran hingga Kenaikan BI Rate

Lagi pula kata Ari, selama pegiat UMKM kriya ada di Indonesia sebagian besar dari mereka tidak pernah mengandalkan produk impor.

Dengan begitu, biaya produksi untuk setiap karya lebih minim karena murni menggunakan bahan baku dari dalam negeri.

"Mungkin kalau teman-teman melakukan pekerjaan ekspor, mungkin dua bulan atau tiga bulan ke depan baru bisa kelihatan ya, apakah memang punya pengaruh, dan lagi pula ini kan produk-produk yang bahan bakunya 100 persen lokal ya," ucap Ari.

Tak hanya terhadap pelemahan rupiah, pegiat UMKM sektor kriya juga kata Ari belum mengeluhkan, melambungnya harga plastik yang belakangan ini terjadi.

Hal itu disebabkan karena, sebagian besar produksi dan proses pengemasan terhadap produk kriya jarang menggunakan bahan baku plastik.

"Belum ada keluhan, ini kan kayak Rutema ini, packaging juga kan juga gak pakai plastik," tandas dia.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menunjukkan angka paling lemah sepanjang sejarah yakni sempat menyentuh Rp17.717 per dolar AS.

Sejumlah pegiat usaha yang mengandalkan bahan baku dari impor mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap kondisi tersebut.

Tak hanya dari segi nilai tukar rupiah, kenaikan harga plastik yang meroket belakangan ini juga menjadi Kekhawatiran yang tak terhindarkan bagi para pelaku usaha.

Dimana, kenaikan harga plastik imbas konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran mencapai 50-70% atau mengalami kenaikan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 pada tiap satu pack plastik beragam jenis.

 

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini