News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hilirisasi Program Prioritas Kemenperin dengan Serapan Tertinggi, Target 2026 Optimistis Tercapai

Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TARGET KINERJA INDUSTRI - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja (Raker) antara Komisi VII DPR RI dan Menteri Perindustrian di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Ringkasan Berita:

  • Kemenperin optimistis target kinerja dan penyerapan anggaran 2026 tercapai setelah realisasi mencapai Rp898 miliar atau 42,57 persen dari pagu Rp2,11 triliun.
  • Program hilirisasi industri dan pembangunan prioritas mencatat realisasi tertinggi hampir 35 persen, disusul aglomerasi kawasan industri 32,23 persen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis target kinerja program dan penyerapan anggaran tahun 2026 dapat tercapai.

Keyakinan tersebut muncul setelah realisasi anggaran kementerian mencapai Rp 898 miliar atau 42,57 persen dari total pagu Rp 2,11 triliun hingga 5 Juni 2026.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan capaian sejumlah program prioritas yang telah berjalan hingga semester I tahun ini.

Baca juga: Kemenperin Serap 42,57 Persen Anggaran, Industri Pengolahan Tetap Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Menurutnya, program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pembangunan industri prioritas menjadi program dengan tingkat realisasi tertinggi, yakni hampir 35 persen.

"Secara umum capaian realisasi ini menunjukkan bahwa sejumlah program prioritas telah berjalan dan realisasi tertinggi pada program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pembangunan industri prioritas," tutur Agus saat Raker bersama Komisi VII DPR RI, Senin (8/6/2026).

Selain hilirisasi, program aglomerasi industri melalui kawasan industri mencatat realisasi 32,23 persen, diikuti program penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) industri sebesar 23,69 persen, program akselerasi industri hijau hampir 22 persen dan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan pengembangan industri halal sebesar 16,74 persen.

Sementara itu, program penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai rantai pasok telah merealisasikan anggaran Rp 13,48 miliar dari pagu Rp 90,34 miliar atau sekitar 14,9 persen.

Realisasi tersebut mencakup penumbuhan wirausaha baru, penguatan sentra IKM, fasilitasi sertifikasi, kemitraan, hingga perluasan akses pasar.

Adapun program peningkatan produktivitas industri melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi baru terealisasi 10,6 persen, sedangkan program akselerasi ekspor produk dan jasa industri masih berada di bawah 6 persen.

Agus menjelaskan, pada semester II tahun ini masih terdapat sejumlah kebutuhan anggaran yang akan direalisasikan, diantaranya untuk penyelesaian kontrak berjalan senilai Rp 57,9 miliar, belanja pegawai dan tunjangan kinerja sebesar Rp 498,8 miliar, serta belanja operasional Rp 182,1 miliar.

Kemenperin juga menyiapkan anggaran Rp 60,3 miliar untuk partisipasi Indonesia sebagai partner country dalam pameran industri INNOPROM 2026.

Selain itu, alokasi anggaran pada paruh kedua tahun ini akan digunakan untuk program penumbuhan wirausaha baru IKM sebesar Rp 68,7 miliar, restrukturisasi mesin dan peralatan industri Rp 48,4 miliar, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi Rp 59,4 miliar, serta layanan pengujian, kalibrasi dan sertifikasi senilai Rp 84,4 miliar.

"Dengan memperhitungkan realisasi yang telah berjalan serta rencana pelaksanaan kegiatan pada semester II, kami sangat meyakini bahwa target kinerja program dan penyerapan anggaran Kemenperin tahun 2026 akan dapat tercapai sesuai dengan rencana kita," jelas Menperin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini