TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aroma legit nan pekat khas durian langsung menyergap indra penciuman begitu pintu ruko di kawasan Jelambar, Jakarta Barat itu dibuka.
Jarum jam baru menunjukkan pukul 10.00 WIB saat Tribunnews tiba di ruko tersebut.
Ruko tiga lantai itu adalah pabrik sekaligus tempat produksi es krim durian dengan merek Golden Thorn.
Di lantai 1 ruko, dua karyawan tampak tengah mengemas aneka es krim yang akan dikirim ke sejumlah reseller.
Baca juga: Menganyam Kerang Capiz, Menembus Pasar New York, Kisah La Vida Home Naik Kelas Bersama BRI
Di lantai 1 itu pula sebanyak delapan unit freezer berderet rapi, mendampingi sebuah mesin pasteurisasi yang bertugas memanaskan adonan es krim.
Di sinilah komoditas buah tropis tanah air diubah menjadi sebatang kelezatan beku bermerek Golden Thorn.
Berselang beberapa saat, seorang pria berusia 42 tahun muncul menyapa. Dia adalah Richard Ali Chandra, atau yang karib disapa Richi, sang pemilik usaha.
Richi kemudian langsung mengajak Tribunnews naik ke lantai 2 ruko. Sehari-harinya lantai 2 itu digunakan sebagai gudang penyimpanan sekaligus tempat Richi berkantor.
Di lantai itu disimpan es krim yang siap dikirim ke reseller dan supermarket yang menjual es krim Golden Thorn,
Richi kemudian menggiring Tribunnews ke ruangan kerjanya yang tenang dan tampak sangat sederhana.
Di ruangan inilah, sembari duduk santai, Richi mulai memutar kembali memori lima tahun lalu, sebuah masa di mana idenya lahir dari himpitan krisis global.
Baca juga: Sutil Kayu Halal Asal PIK Tembus Australia, Asa Homliv Terbang Tinggi Lewat Rumah BUMN BRI
Riset Dapur di Tengah Badai Pandemi
"Sebenarnya, akar bisnis kami ini adalah distributor durian mentah," buka Richi memulai cerita.
Latar belakang keluarganya yang fanatik terhadap durian menjadi pemantik utama.
Sang ayah yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, menularkan kegilaan pada buah berduri itu hingga ke generasi Richi.
Baca tanpa iklan