Laporan wartawan Tribunnews.com, Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM - Deretan jeep warna-warni tampak berjajar rapi di Lapangan Gedung Industri Kecil Masyarakat (IKM) Kampus Kopi (Kampung Susu dan Kopi), Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026) pagi.
Kendaraan berpenggerak empat roda itu bersiap mengantarkan tamu menyusuri sudut-sudut desa yang telah sukses mengembangkan potensi susu dan kopi menjadi destinasi berbasis agro-eco-edu tourism.
Kali ini, kunjungan berasal dari 50 peserta program Local Hero binaan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Mereka terdiri dari pengurus BUMDes, kelompok tani, perwakilan dinas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang mengikuti kegiatan ini untuk memperkaya wawasan dan keterampilan.
Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi serta membawa perubahan positif bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.
Bank Rakyat Indonesia turut menjadi teman Desa Banyuanyar melewati jalan berliku mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai daya tarik wisatawan sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Puncaknya, Desa Banyuanyar meraih berbagai penghargaan, termasuk menjadi 15 desa terbaik se-Indonesia dengan meraih gelar BRILiaN di tahun 2024.
Berkah Susu dan Kopi
Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, menyadari desanya tidak memiliki anugerah alam berupa air terjun, umbul, atau destinasi wisata populer yang mudah dijual kepada wisatawan.
Keterbatasan itu tidak pernah menyurutkan tekadnya untuk memajukan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Setelah perenungan panjang, lahirlah gagasan membangun wisata berbasis pelestarian lingkungan, pendidikan budaya, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Mimpi besar tersebut dimulai dari langkah sederhana. Komarudin bersama warga menghidupkan kampung-kampung UMKM yang bertumpu pada komoditas unggulan desa yang telah diwariskan nenek moyang sejak era kolonial.
Desa Banyuanyar memiliki perkebunan kopi seluas 44,4 hektare, lahan jahe 34,32 hektare, dan 1.065 ekor sapi.
"Kami bangun dulu kampung-kampung UMKM sejak 2018. Diawali kampung kopi, kampung jahe, dan kampung susu yang potensinya sudah ada sejak zaman Belanda," ujar Komarudin di hadapan peserta kunjungan.
Dari tiga komoditas itulah fondasi Desa Banyuanyar mengembangkan wisata berbasis masyarakat lokal. Kini, sudah ada total 18 kampung UMKM unggulan yang tersebar di 9 dukuh.
Tidak mudah bagi Komarudin mendorong masyarakat untuk memulai. Perlu totalitas dari jajaran pemerintah desa untuk mendampingi usaha warga dari nol.
Baca tanpa iklan