News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

113 Orang Meninggal dalam Sehari, Iran Catatkan Kematian Tertinggi

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejak awal Maret 2020, kota Suci Mashhad berada dalam zona merah virus corona.

Terlihat jelas, sekitar 55 persen kematian didominasi usia 60an.

Sementara itu, 15 persen lainnya di rentang usia 40 tahunan.

Lonjakan Terjadi karena Wabah Tidak Menunjukkan Gejala

Bagi kebanyakan orang, virus hanya akan menyebabkan sakit ringan seperti flu, batuk, dan demam.

Lain halnya dengan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Faktor usia juga turut mempengaruhi hal ini.

Selain lebih mudah terpapar, orang-orang lansia dan memiliki riwayat sakit akan menderita lebih parah.

Dampak paling terasa adalah gangguan pernapasan atau pneumonia.

Baca: Update Virus Corona Timur Tengah: Khawatir Terjangkit, Qatar Larang Turis Mesir Masuk

Baca: UPDATE Virus Corona, Sabtu 15 Februari Pagi: 29 Negara Terwabah Setelah Mesir Konfirmasi Kasus

Jadi kebanyakan orang akan pulih dalam waktu beberapa minggu.

Di Iran, wabah ini sudah menjangkiti anggota pemerintahan.

Bahkan banyak di antaranya yang meninggal dunia.

Nyatanya, fakta ini tidak lantas membuat pemerintahan Iran mengambil langkah cepat.

Bahkan pada Minggu lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani tidak mengindahkan karantina dan membiarkan perbatasan tetap terbuka.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Iran dan Mesir, Dalia Samhouri menilai dua negara ini tidak bisa melacak persebaran wabah karena penderita tidak mengalami gejala tertentu.

Diketahui, Mesir baru saja melaporkan 110 kasus dan dua kematian.

"Gampangnya kita bisa katakan, angka saat ini adalah perkiraan yang terlalu rendah dari angka sebenarnya," kata Dalia.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini