News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Terjadi Pergerakan Arus Mudik di Tengah Wabah Corona, Jokowi Minta Pemda Tingkatkan Pengawasan

Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Jokowi bicara di forum KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Kamis malam, 26 Maret 2020.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar Rapat Terbatas (Ratas) Antisipasi Mudik Lebaran bersama para menteri dan gubernur se-Jawa, Senin (30/3/2020) siang.

Ratas digelar untuk membahas secara khusus tradisi yang melibatkan mobilitas banyak orang tersebut.

Menurut Jokowi, pada tahun sebelumnya, terjadi pergerakan sekitar 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia pada masa mudik lebaran.

"Oleh sebab itu, di tengah merebaknya pandemi COVID-19, adanya mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran COVID-19," ucap Jokowi dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran yang disiarkan langsung oleh Kompas TV, Senin siang.

Baca: Gubernur Jatim Imbau Warganya di Perantauan Tak Mudik: Demi Perlindungan Saudara di Kampung Halaman

Terlebih, Jokowi menambahkan, pihaknya menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah terjadi pergerakan arus mudik.

"Sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik, terutama bagi pekerja dari kawasan Jabodetabek menuju ke provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, serta Jawa Timur," lanjutnya.

"Selama 8 hari terakhir ini tercatat ada 876 armada bus antar provinsi, yang membawa kurang lebih 14 ribu penumpang dari Jabodetabek ke Jabar, Jateng, Jatim, dan DIY," sambungnya.

Terkait hal itu, Jokowi pun memberikan sejumlah arahan pada pemerintah daerah.

Jokowi meminta pada gubernur dan bupati maupun wali kota untuk meningkatkan pengawasan di wilayahnya masing-masing.

Terlebih bagi wilayah yang sudah terlanjur dikunjungi para pemudik.

"Untuk warga yang sudah terlanjur bermudik, saya minta pada para gubernur, bupati atau wali kota meningkatkan pengawasannya," kata Jokowi.

"Pengawasan di wilayah masing-masing sangat penting," tegasnya.

Lebih lanjut, Jokowi mendukung penerapan protokol kesehatan yang telah diterapkan oleh Gubernur Jateng dan DIY.

Baca: Kapolda Metro Jaya Imbau Warga Jakarta Tidak Mudik ke Kampung Halaman

"Saya menerima laporan dari Gubernur Jateng dan DIY bahwa di provinsinya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik di desa maupun kelurahan bagi para pemudik," tutur Jokowi.

"Ini saya kira sudah menjadi inisiatif yang bagus," sambungnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini