News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

AC Ternyata Bisa Bantu Sebarkan Virus Corona? Simak Hasil Penelitiannya

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Restoran di China

Pasien pertama mengalami demam dan batuk pada hari itu dan pergi ke rumah sakit.

Dalam dua minggu, empat anggota keluarga pasien pertama, tiga anggota keluarga kedua, dan dua dari keluarga ketiga sakit Covid-19.

Setelah penyelidikan yang rinci, ditemukan bahwa satu-satunya sumber paparan yang diketahui untuk keluarga kedua dan ketiga adalah pasien pertama di restoran itu.

"Dari pemeriksaan kami terhadap rute potensial penularan, kami menyimpulkan bahwa penyebab paling mungkin dari wabah ini adalah penularan droplet," kata laporan itu.

"Kami menyimpulkan bahwa dalam wabah ini, transmisi tetesan didorong oleh ventilasi ber-AC. Faktor kunci untuk infeksi adalah arah aliran udara."

Ilustrasi corona virus (Covid-19) (shutterstock)

Dikatakan 73 pelanggan lain yang makan di lantai yang sama diidentifikasi memiliki kontak dekat dengan pasien pertama.

Tetapi mereka tidak memiliki gejala Covid-19 selama 14 hari karantina dan hasil swab negatif.

Para staf restoran juga tidak ada yang terinfeksi.

Enam sampel smear dari restoran ber-AC dan inlet semua negatif nukleotida, jelas penelitian itu.

"Temuan ini kurang konsisten dengan transmisi aerosol," kata laporan itu.

"Namun, aerosol cenderung mengikuti aliran udara, dan konsentrasi aerosol yang lebih rendah pada jarak yang lebih jauh mungkin tidak cukup untuk menyebabkan infeksi di bagian lain restoran."

"Untuk mencegah penyebaran virus di restoran, kami sarankan untuk meningkatkan jarak antara meja dan meningkatkan ventilasi."

Baca: 169 Infeksi Baru jadi Lonjakan Tertinggi di China April Ini, Kasus Impor Picu Sentimen Anti Asing

Baca: Donald Trump Ngamuk, Tuding Data Penelitian WHO Salah dan Pro China

Tim Guangzhou menyatakan bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan karena mereka tidak melakukan penelitian eksperimental yang mensimulasikan rute penularan melalui udara.

Mereka juga tidak melakukan studi antibodi terhadap sampel swab dengan sampel negatif, anggota keluarga asimptomatik dan pengunjung lainnya untuk memperkirakan risiko infeksi dari mereka.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini