Sahat juga menyarankan nantinya pelatihan tidak disamaratakan karena setiap daerah memiliki potensi dan tantangan sumber daya manusia yang berbeda.
"Pelatihan di setiap daerah harus melihat potensinya dulu apakah pertanian, industri kreatif, kuliner, IT, menjahit, dan sebagainya. Oleh karena itu agar program ini berjalan maksimal maka harus ada relevansi dan spesifikasi dalam hal konteks ekonomi lokal, serta penyesuaian pelatihan dengan kapasitas peserta di setiap daerah," ujarnya.
Baca tanpa iklan