News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Cerita Bambang Sembuh dari Covid-19: Dirawat di RS, Olahraga Hingga Konsumsi Kapsul Herbal Suplemen

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bambang Tjondro Waluyo

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bambang Tjondro Waluyo (53) tak pernah menyangka dirinya sebagai orang tanpa gejala (OTG) lalu ditetapkan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Semula di perusahaan tempatnya bekerja dilakukan rapid test masal untuk mengantisipasi penularan dan penyebaran Covid-19.

Hasil yang diperoleh, pada Anti SARS-Cov-2 (IgM)-nya reaktif.

Baca: Sadar Bahaya Covid-19, Muslim di Michigan Rayakan Idul Fitri dengan Berkumpul dari dalam Mobil

Oleh perusahaan dia diminta untuk tidak bekerja dulu selama 14 hari dan melakukan karantina mandiri di rumah.

Karena shock tidak bisa bekerja untuk waktu yang cukup lama yang dipicu hasil rapid test tersebut, selama di rumah Bambang tak kehilangan akal untuk mencari cara agar imunnya kembali baik.

Bambang rajin mengonsumsi obat-obat herbal buatan China yang cukup mahal harganya.

Namun bukannya kembali segar tetapi justru sulit tidur, akibatnya kondisi kesehatan Bambang mulai menurun.

Tak puas kondisi kesehatannya makin tidak jelas, Bambang mencoba melakukan rapid test mandiri di Cito Laboratorium dan hasilnya reaktif.

Baca: Masyarakat di Daerah Jangan Dulu Kembali ke Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Pihak Cito kemudian menyarankan dirinya untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Berharap keterangan dari hasil laboratorium tersebut valid yang menunjukkan hasil baik, justru keterangan dari Cito bertolak belakang dari ekspektasinya.

"Seperti dunia seakan mau runtuh. Saya harus melakukan isolasi mandiri. Sudah pasti yang saya alami kembali stres berat karena penderitaan makin panjang. Harus dijauhi anak, istri, juga keluarga dekat, termasuk tetangga bahkan anjing kesayangan juga dijauhkan. Sepertinya kayak saya lepra yang bisa menular siapa yang mendekat," tutur Bambang.

Beberapa waktu kemudian, dia tiba-tiba mendapat telepon dari Tim Covid-19 Pemkot Semarang agar menyiapkan diri untuk dijemput tim kesehatan dengan menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan dibawa ke rumah sakit darurat.

Baca: Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri Ternyata Balon Udara Tak Bertuan

Mereka akan datang ke rumah di Panggung Lor, Semarang Utara untuk menjemputnya.

"Karuan saja, saya menolak keras. Saya langsung minta kepada mereka untuk tidak datang menjemput. Saya sendiri yang akan mendatangi rumah dinas Wali Kota Semarang. Kalau dijemput pakai protokol Covid-19 tentu akan membuat heboh dan gaduh seluruh tetangga. Saya datang sendiri pakai sepeda motor," ungkapnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini