News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

7 Provinsi Hari Ini Dilaporkan Tidak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.240 pasien, Jumat (26/6/2020).

Dengan penambahan tersebut, kini total pasien positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 51.427 orang.

Lima provinsi dilaporkan menjadi penyumbang penambahan kasus baru terbanyak.

Di antaranya Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Baca: Penanganan Covid-19 di Pulau Jawa Jadi Perhatian Serius Mendagri

Kemudian, ada 19 provinsi dengan penambahan kasus di bawah 10 kasus.

"Ada juga 7 provinsi yang melaporkan hari ini tidak ada penambahan kasus baru," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam siaran BNPB.

Baca: Bocah 5 Tahun Selamatkan Kakaknya Melalui Operasi Transplantasi Sel Punca Covid-19 Pertama di Dunia

Adapun kesembuhan hari ini sebanyak 884 orang, sehingga total akumulasi kesembuhan menyentuh angka 21.333 orang.

Adapun 7 provinsi yang melaporkan tak ada penambahan kasus baru positif Covid-19 di antaranya Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Gorontalo, Papua Barat.

Protokol Jaga Jarak Dapat Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 Persen

Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 85 persen.

Dalam jurnal tersebut menurut dokter Reisa disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain.

"Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Baca: Viral Penjual Gorengan Cantik, Bantu Orangtua hingga Isi Waktu Luang setelah Di-PHK Akibat Corona

Menurutnya, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 paling efektif menurunkan transmission rate atau angka penularan.

Terutama, ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini