News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Amerika Serikat Cetak Rekor, Lebih dari 1 Juta Tes Covid-19 dalam Sehari

Penulis: Rica Agustina
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Covid-19 - Amerika Serikat (AS) mencetak rekor terbaru dengan lebih dari 1 juta tes virus corona (Covid-19) dalam sehari.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mencetak rekor terbaru dengan tes virus corona (Covid-19) terbanyak dalam sehari.

Dikutip dari Channel News Asia, The COVID Tracking Project mencatat, ada 1.061.411 tes Covid-19 yang dilakukan otoritas kesehatan setempat pada Sabtu (19/9/2020).

Adapun rekor tersebut tercetak setelah kapasitas tes di AS mengalami penurunan selama beberapa pekan terakhir.

Diketahui, AS sebelumnya mampu menggelar tes rata-rata sebanyak 650.000 per hari pada Minggu (13/9/2020).

Angka itu disebut termasuk mengalami penurunan, karena pada akhir Juli 2020 lalu, AS mampu menggelar tes sebanyak lebih dari 800.000 orang per hari.

Baca: Amerika Serikat Blokir Download TikTok dan WeChat per Minggu 20 September

Meski demikian, menurut para ahli, AS seharusnya segera melakukan tes antara 6 juta hingga 10 juta dalam sehari.

Karena sejak awal pandemi, sulitnya melakukan tes Covid-19 telah menjadi kendala dalam upaya mengekang penyebaran virus di negara Paman Sam ini.

Seperti pada musim panas kemarin, untuk melakukan tes, penduduk Houston dan Miami harus menunggu bahkan tidur di kendaraan selama berjam-jam.

Kemudian setelah diuji, mereka pun harus menunggu hingga dua minggu untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi virus corona atau tidak.

Kendala-kendala tersebut jelas menghambat upaya AS mengekang penyebaran virus yang telah merenggut lebih 200.000 nyawa ini.

Presiden AS Donald Trump (Sandy Huffaker / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)

Sementara itu, pada Maret 2020 lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa siapapun bisa mengikuti tes Covid-19, tetapi itu belum bisa dilakukan.

AS memiliki ketergantungan pada laboratorium untuk peralatan tes yang membuat pengujian hanya bisa menggunakan peralatan kimia dan peralatan lain yang dibuat oleh segelintir produsen.

Untuk menyiasatinya, kini Food and Drug Administration telah memberikan izin penggunaan darurat untuk beberapa tes air liur yang tidak membutuhkan swab dan menggunakan reagen yang sudah tersedia.

Selain itu, Amerika Serikat juga telah mengizinkan tes gabungan, yakni sebuah metode yang menguji sampel dari beberapa orang sekaligus dan dapat memperluas kapasitas pengujian.

Namun, tes gabungan itu hanya berjalan efisien di daerah dengan wabah terbatas.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini