Satu minggu setelah libur panjang periode bulan Oktober - November 2020, angka positivity rate mengalami penurunan.
Bahkan dua pekan setelahnya rata-rata positivity rate masih berada di angka 12,3 persen.
"Ini sempat anomali, karena waktu itu cuma 4 ribu kasus padahal sebelumnya sudah sempat menembus 5 ribu kasus," kata dia.
Namun pada pekan ketiga setelah libur panjang Oktober - November itu, angka positivity rate meningkat menjadi sebesar 13,83 persen.
"Setelah itu lanjut naik terus, 14,67 sampai dengan 17,31. Yang artinya apa? kalau kita lihat pada level nasional, dampak libur panjang ini baru terlihat pada saat dimulainya pekan ketiga setelah masa libur panjang Oktober berakhir," pungkas dia.
Baca tanpa iklan