News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Enam Analisa WHO Terkait Varian Omicron yang Kini Telah Ada di 5 Benua 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pekerja medis memberikan vaksin virus corona BioNtech-Pfizer Covid-19 kepada seorang penduduk di dalam sebuah mal di Manila City, pada 29 November 2021, ketika negara Asia Tenggara itu meluncurkan program vaksinasi tiga hari yang menargetkan sembilan juta orang berusia 12 tahun. upaya untuk mempercepat peluncuran jab, di tengah ancaman varian virus corona Omicron yang sangat bermutasi. (Photo by Ted ALJIBE / AFP)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah menyatakan varian Covid-19, Omicron, sebagai Varian of Concern (VOC), pada Jumat (26/11/2021), WHO kini kembali mengeluarkan pernyataan.

Lembaga kesehatan dunia tersebut pada Minggu, (28/11/2021) menyebutkan ada enam analisa tentang kemungkinan dampak varian ini.

Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Prof Tjandra Yoga Aditama.
 
Pertama, penularan belum terlalu jelas sekali apakah Omicron memang lebih mudah menular katimbang varian lain, termasuk Delta. 

Tetapi memang jumlah orang yang positif varian ini terus meningkat di Afrika Selatan, dan perlu studi epidemiologi mendalam tentang hal ini.  

Kedua, beratnya penyakit. Dalam hal ini ada tiga penjelasan.

Belum terlalu jelas apakah Omicron mengakibatkan sakit lebih berat.

Data awal memang menunjukkan dugaan ada peningkatan masuk RS di Afrika Selatan, tapi harus diteliti lebih lanjut analisanya.

Selanjutnya, sejauh ini belum ada informasi ilmiah yang menyebutkan bahwa gejala akibat Omicron berbeda dengan akibat varian lain.

Terakhir, memang ada laporan awal dari data mahasiswa bahwa kaum muda cenderung keluhannya lebih ringan.

Tapi kepastian dampat beratnya varian Omicron baru akan ada dalam beberapa hari atau minggu ke depan. 

"Kita sudah ketahui bahwa semua varian COVID-19 sejauh ini dapat menimbulkan penyakit berat dan kematian apa lagi pada kelompok rentan. Sambil menunggu data ilmiah lebih lengkap maka kita harus terus waspada dan pencegahan tetap merupakan hal utama," kata Tjandra pada keterangan resmi, Senin (29/11/2021).

Ketiga, adanya kemungkinan Infeksi ulang. Data awal memang menunjukkan bahwa infeksi varian Omicrom meningkatkan risiko Infeksi ulangan, seseorang yang sudah sakit dan sembuh kemudian jatuh sakit lagi.

Keempat, untuk efektivitas vaksin, WHO masih terus menganalisa hal ini bersama para pakar di dunia.

Kelima yaitu Efektifitas test PCR. Sejauh ini test PCR masih dapat mendeteksi Infeksi COVID-19, termasuk akibat Omicron. Sampai sekarang penelitian masih terus berjalan, termasuk ada tidaknya kemungkinan dampak pada rapid antigen tests.  

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini