News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Indonesia Perlu Pembaharuan Data yang Konsisten untuk Hadapi Pandemi Covid-19

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Keluarga berdoa untuk kerabat mereka yang meninggal karena Covid-19, di pemakaman khusus Covid-19 di TPU Keputih, Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/8/2021). AFP/Juni Kriswanto

Terutama untuk provinsi Sumatera Utara, NTT, dan Maluku Utara. Selain situs provinsi, tim lapordata LaporCovid-19 juga turut memantau setidaknya 77 situs kota kabupaten dari enam provinsi yakni Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur, dan Lampung. 

Secara umum situs-situs kota atau kabupaten yang ada sudah cukup baik. Walaupun terdapat 17 persen situs kota dan kabupaten yang mengalami kemacetan pembaruan data atau situs tidak dapat diakses.

Manajemen website penyajian data statistik Covid-19 yang ideal memang tidak mudah. Sehingga perlu disikapi serius, konsisten, dan selalu terbuka untuk pengembangan yang berkelanjutan.

Karenanya Lapor Covid-19 mengungkapkan ada beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian utama dalam menjaga kualitas website penyajian data statistik dan informasi Covid-19.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Periode Natal dan Tahun Baru Berhasil Dilewati Tanpa Lonjakan Kasus Covid-19

Pertama keterintegrasian platform dari tingkat lokal, regional, hingga nasional.
Kedua, aspek keterbaruan data yang rutin dan near real time.

Ketiga, aspek kemudahan dalam memahami penyajiaan data. Keempat aspek ketersediaan data setiap parameter dan data secara historis.

Kelima aspek keterbukaan dan kemudahan akses data bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Terutama peneliti dalam rangka riset dan analisis data mendalam.

Sumber: https://laporcovid19.org/post/kesalahan-berulang-pendataan-covid-19-di-indonesia-hingga-penghujung-tahun-2021

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini