"Para eks narapidana ini menanam kopi di sana. Kami ada lahan seluas 58 hektar. Kami memiliki 50 ribu bibit kopi dan baru ditanam 7-8 ribu bibit," katanya.
Pada pertemuan itu, ada delapan orang eks narapidana terorisme yang hadir. Mereka adalah Parippung Dhani (kasus Mujahiddin Indonesia Timur Poso), Eko Kristanto (penyerangan polisi di Lamongan), Imam Bahri (bom Surabaya 2018), Suhendrik (pegiat medsos terorisme), M Muhiddin (pejuang Suriah), Priyo Hadi Purnomo (peledakan serentak kantor polisi di Surabaya pada 2016), Arif Fatoni (pejuang Suriah) dan Miftachul Munif (Amir JAD Surabaya).(*)
Baca tanpa iklan