News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

M7 World Championship

Dulu Middle Blocker, Kini Midlaner: Perjalanan Gila Yue dari Voli ke Mobile Legends

Penulis: Muhammad Ali Yakub
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMAIN PROFESIONAL MLBB - Midlaner Aurora Gaming PH, Kenneth Carl Tadeo alias Yue yang merupakan pemain profesional Mobile Legends:Bang Bang (MLBB). Perjalanan karier Yue alias Kenneth Carl Tadeo sebagai atlet: dulunya Middle Blocker di Voli, kini banting setir jadi pemain profesional Mobile Legends.

TRIBUNNEWS.COM - Tak banyak atlet yang berani menempuh jalan ekstrem dalam kariernya. Namun atlet eSports dari Filipina, Kenneth Carl Tadeo alias Yue adalah salah satu pengecualian. Dulu ia dikenal sebagai middle blocker di dunia voli, kini namanya justru bersinar sebagai midlaner di skena kompetitif Mobile Legends.

Perjalanan Yue bukan sekadar pergantian cabang olahraga, melainkan transformasi total yang menuntut adaptasi fisik, mental, dan strategi.

Dari mengandalkan lompatan dan blocking di net, kini ia harus berpikir cepat, membaca map, serta mengatur tempo permainan Mobile Legends sebagai midlane.

Awalnya, Mobile Legends hanya menjadi hiburan di sela latihan voli.

Namun, intensitas bermain yang semakin tinggi membuat Yue mulai menyadari bahwa dirinya memiliki naluri kompetitif yang kuat di game tersebut. Ia mulai mengikuti turnamen kecil, komunitas, hingga akhirnya dilirik oleh tim eSports profesional Filipina.

Keputusan meninggalkan dunia voli tentu tidak mudah. Yue sempat diragukan, bahkan dicap nekat. Namun, ia memilih membuktikan segalanya lewat performa.

PEMAIN PROFESIONAL MLBB - Midlaner Aurora Gaming PH, Kenneth Carl Tadeo alias Yue yang merupakan pemain profesional Mobile Legends:Bang Bang (MLBB).

"Sebelum menekuni Mobile Legends, saya sedang belajar dan menjadi pemain voli untuk sekolah saya saat SMA. Saya bermain sebagai middle blocker saat SD, dan kemudian saat SMA, saya dijadikan setter," kata Yue dikutip dari Gmanetwork.

"Voli adalah cinta pertama saya," tegasnya.

Yue memulai perjalanan volinya sebagai pemain tengah di posisi blocker untuk Sekolah Dasar Serrano di Valenzuela, Filipina. Kemudian beralih menjadi setter di Sekolah Menengah Nasional Caruhatan setelah rekan-rekan seniornya lulus.

Di usia muda, Yue dengan cepat belajar beradaptasi, dan akhirnya menerima perannya sebagai pengatur permainan tim Voli.

Baca juga: Jadwal ONIC vs Evil di M7 World Championship: Menang atau Pulang

"Saat saya masih SMA, semua senior saya lulus sehingga tidak ada yang mengisi posisi itu, tetapi ternyata saya cocok untuk peran tersebut dan pelatih saya melatih saya agar mereka dapat mengasah keterampilan saya sebagai seorang setter," kata Yue.

Namun pandemi terjadi, memaksa Yue untuk mencari peluang di luar dunia bola voli setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya. 

Ia pertama kali ditemukan oleh tim ternama Blacklist International sebelum bergabung dengan Aurora Gaming setelah tim tersebut memasuki kancah kompetitif awal tahun lalu. 

Dari transisi tersebut, Yue kini melangkah menuju penampilan ketiganya berturut-turut di ajang M-series bersama Aurora Gaming PH yang mewakili Filipina di Kejuaraan Dunia M7 World Championship bersama Team Liquid PH yang digelar di Indonesia.

Sejauh ini, Aurora Gaming PH selangkah lagi lolos ke play-off M7 setelah mengantongi dua kemenangan dan satu kekalahan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini