TRIBUNNEWS.COM – Alter Ego datang ke laga kontra Aurora PH di M7 World Championship dengan status luar biasa. Wakil Indonesia itu belum kehilangan satu game pun sejak awal fase grup hingga laga pertama knockout stage.
Sejak Swiss Stage, Alter Ego tampil dominan dengan menyapu bersih seluruh pertandingan lewat kemenangan straight game. Konsistensi strategi, disiplin makro, serta eksekusi team fight yang nyaris tanpa cela menjadi kunci performa impresif mereka.
Alter Ego mencatat kemenangan atas Blacklist Sentence Esports dan Aurora Gaming Turki dengan skor identik 1-0, serta menang mudah 2-0 melawan Yangon Galacticos.
Hasil tersebut menjadikan Alter Ego sebagai satu-satunya tim di Swiss Stage yang tak pernah kehilangan satu game pun, sekaligus mengantar mereka ke babak play-off dengan catatan sempurna.
Dominasi itu berlanjut di laga pertama knockout stage. Alter Ego kembali tampil superior dengan menaklukkan ONIC 2-0 dan mengirim rival senegara tersebut ke lower bracket tanpa memberi satu game pun.
Catatan sempurna ini membuat Alter Ego kini mengincar sesuatu yang lebih besar: perjalanan tanpa cela di panggung dunia Mobile Legends.
Namun, tantangan berat menanti. Alter Ego dijadwalkan menghadapi wakil Filipina, Aurora PH, pada Rabu (21/1/2026).
Rekor Sempurna Jadi Motivasi
Rekor tanpa kehilangan satu game pun bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi Alter Ego.
Tim asuhan pelatih Alter Ego menunjukkan identitas permainan yang jelas: agresif, objektif rapi, serta fleksibel dalam draft hero. Seluruh lini, mulai dari gold lane, mid lane, hingga roamer, tampil solid dan saling menutup kekurangan.
Meski demikian, Aurora PH bukan lawan sembarangan.
Tim asal Filipina itu dikenal memiliki mekanik tinggi, keberanian dalam mengambil keputusan, serta kemampuan comeback yang kuat. Mental bertanding mereka pun sudah teruji di panggung besar.
Baca juga: Jadwal ONIC vs Team Liquid PH di M7 World Championship: Laga Hidup Mati Landak Kuning
Beberapa pemain Aurora juga sarat pengalaman juara dunia. Salah satunya adalah Edward, yang pernah mengangkat trofi M3 World Championship bersama Blacklist International usai menumbangkan ONIC PH di grand final.
Artinya, rekor sempurna Alter Ego kini berada dalam ancaman nyata.
Pertandingan ini bukan sekadar duel Indonesia kontra Filipina, melainkan pertarungan antara konsistensi dan keberanian.
Misi Tembus Top 3 Dunia
Bagi Alter Ego, laga ini bukan hanya soal lolos ke babak berikutnya. Ini adalah kesempatan untuk menghapus dominasi Filipina sekaligus mengukir sejarah baru.
Baca tanpa iklan