TRIBUNNEWS.COM - Biaya untuk bergabung di MPL Indonesia akhirnya kembali menjadi perbincangan hangat. Kali ini, bocoran datang langsung dari mantan pemain profesional Mobile Legends yang kini beralih profesi sebagai streamer, Jonathan Liandi.
MPL Indonesia adalah liga profesional tertinggi Mobile Legends di Indonesia. Turnamen ini menjadi jalur utama bagi tim-tim terbaik untuk bersaing di level nasional hingga internasional (MSC, M-Series).
Sejak Season 4 (2019), MPL Indonesia resmi menerapkan sistem franchise.
Sistem franchise berarti:
- Tidak ada promosi & degradasi
- Setiap tim memiliki slot permanen di liga
- Tim harus membeli hak franchise dengan nilai investasi besar
- Penyelenggaraan liga lebih stabil dan profesional
Di MPL ID, sistem ini mirip dengan National Basketball Association (NBA) di Amerika Serikat.
Sistem franchise membuat MPL Indonesia menjadi liga eSports paling stabil dan profesional di Asia Tenggara, bahkan dunia.
Meski mengorbankan sistem promosi terbuka, model ini sukses membangun industri esports yang kuat, berkelanjutan, dan bernilai bisnis tinggi.
Namun untuk tim yang ingin masuk dalam kompetisi MPL Indonesia harus merogoh kocek yang cukup dalam.
Baca juga: Jadwal Kick-off MPL ID S17 Bocor! Turnamen Mobile Legends Indonesia Segera Dimulai Awal Tahun 2026
Bocoran Harga Franchise MPL Indonesia
Dalam sebuah pernyataannya di kanal YouTube Jerome Polin pada tahun 2025 lalu, Jonathan Liandi mengungkap bahwa harga franchise MPL Indonesia saat ini mencapai angka yang terbilang fantastis.
“Kalau sekarang MPL, kan liga Mobile Legends utama itu MPL. Kalau lu mau main di MPL, lu harus bayar per kuotanya, USD 2 juta,” ucap Jonathan Liandi.
Jika dikonversikan ke rupiah, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp33 miliar.
Bersifat Lifetime
Lebih lanjut, Liandi yang kini aktif menekuni dunia streamer menjelaskan bahwa biaya sebesar USD 2 juta tersebut hanya diperuntukkan bagi kuota keikutsertaan liga dan bersifat lifetime. Artinya, tim yang telah membayar tidak perlu memperpanjang lisensi setiap musim.
Namun demikian, Liandi menegaskan bahwa angka tersebut belum mencakup kebutuhan operasional tim secara keseluruhan.
“Itu lifetime, tapi cuma bayar kuotanya saja. Belum lu bikin tim, gaming house, sampai gaji pemain dan staf,” ujar Liandi.
Dengan kata lain, total investasi untuk menjalankan satu tim di MPL Indonesia bisa jauh melampaui Rp33 miliar, tergantung pada kualitas pemain, fasilitas pendukung, serta manajemen yang dibangun.
Baca tanpa iklan