News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Komisi VIII DPR Pastikan Klinik Haji Indonesia di Saudi Tetap Beroperasi

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KLINIK HAJI - Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memastikan, klinik haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 1447 H/ 2026 M tetap beroperasi. Foto Klinik Kesehatan Haji Makkah.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memastikan, klinik haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 1447 H/ 2026 M tetap beroperasi.

Hal itu disampaikannya menanggapi kabar klinik haji Indonesia tak lagi beroperasi pada musim haji mendatang.

Baca juga: Daftar Kuota Haji 2026, Dari Terbanyak hingga Terendah, Jawa Tengah hingga Jawa Timur Tertinggi

Klinik Haji adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang didirikan khusus untuk memberikan pemeriksaan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji maupun jemaah haji yang telah kembali ke tanah air.

Klinik ini berperan penting dalam memastikan jemaah sehat secara fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci, serta mendapat pemantauan kesehatan selama dan setelah pelaksanaan ibadah haji.

Marwan menjelaskan, klinik haji Indonesia tetap beroperasi dengan catatan bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) milik Kerajaan Arab Saudi.

 

 

"Pusat-pusat klinik kita tetap beroperasi, tetapi cara beroperasinya bekerja sama dengan pihak Saudi," kata Marwan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

"Jadi rumah-rumah sakit kita yang ada di Madinah, yang ada di Makkah, pos-pos klinik, itu masih berjalan asalkan ada pihak Saudi. Dengan sendiri Indonesia itu tidak boleh," imbuhnya.

Sebab itu, Marwan mendorong Kementerian Haji dan Umrah RI berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi.

Dia juga meminta masyarakat tidak khawatir dengan keberadaan klinik haji Indonesia.

"Maka kita membuat keputusan kita segera, pemerintah kita, Menteri Haji untuk melakukan koordinasi. Jadi tidak usah khawatir, tetap saja dilayani karena pemerintah kita, dan sepertinya sudah ada kesepakatan," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, pihaknya bakal membicarakan kerja sama dengan sejumlah RS milik otoritas Arab Saudi.

Nantinya, klinik haji Indonesia bakal beroperasi di Makkah dan Madinah, bekerja sama dengan RS di Arab Saudi.

"Jadi nanti rumah sakit ini akan KSO (Kerja Sama Operasi) dengan kita. Jadi KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) kita itu, di Mekkah, kita punya klinik haji juga di Madinah. Nah, itu nanti operasinya itu bersama dengan rumah sakit Arab Saudi yang legal," pungkasnya.

Diketahui Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah untuk penyelenggaraan haji tahun 2026/1447 H.

Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen). 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini