News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Galaunya Menhaj Setelah Garuda dan Saudia Minta Kenaikan Harga Penerbangan Haji

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengaku sempat galau karena maskapai penerbangan haji Garuda Indonesia dan Saudia mengajukan kenaikan atau perubahan harga.

Baca juga: Menkeu Purbaya Jamin Biaya Haji Tak Alami Kenaikan, Bakal Disuntik Rp 1,7 Triliun

Pengajuan ini ditengarai oleh lonjakan harga bahan bakar avtur.

"Alhamdulillah kami bersyukur sekali setelah kami sempat agak galau beberapa hari karena permintaan Garuda dan Saudi Air yang ingin menambah atau merubah harga karena kenaikan harga avtur," kata Gus Irfan di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu (8/4/2026).

JEMAAH HAJI PULANG - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 1446 H berakhir pada Kamis (10/5/2025). Foto Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab saat melepas keberangkatan jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 28 Debarkasi Kertajati (KJT28) dari Kota Nabawi ke Indonesia. (Media Center Haji/MCH 2025)

Meski begitu, dirinya memastikan Pemerintah tidak akan membebankan kenaikan biaya penerbangan haji 2026 kepada jemaah,

Arahan tersebut, kata Gus Irfan, diberikan Presiden Prabowo Subianto. Gus Irfan mengaku lega atas arahan Prabowo tersebut.

"Tadi sore Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa walaupun ada kenaikan jangan dibebankan kepada jemaah. Itu yang membuat kami senang lega," ujarnya.

Gus Irfan menilai keputusan tersebut menunjukkan perhatian besar pemerintah terhadap calon jemaah haji Indonesia.

"Kami sangat terharu bahwa perhatian Presiden Prabowo kepada jemaah haji luar biasa," katanya.

Penghitungan Ulang Kenaikan Biaya Penerbangan 

PEMBEKALAN PPIH - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf usai Pembekalan Peserta Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Kementerian Haji dan Umrah akan menggelar pelatihan selama 10 hari secara daring untuk petugas mempelajari bahasa dan budaya Arab. (FAHDI FAHLEVI) (Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

Terkait besaran kenaikan yang diajukan maskapai, Gus Irfan menyebut pemerintah masih melakukan penghitungan ulang.

Dirinya mengungkapkan usulan awal dari maskapai berada di atas angka 100 (dolar AS), namun kemungkinan akan disesuaikan kembali seiring perkembangan harga avtur.

"Tentu akan kita hitung kembali. Kemarin surat yang diajukan oleh Garuda maupun Saudia masih di atas harga 100, tapi sekarang katanya karena ada informasi harga turun itu akan kita sesuaikan kembali," jelasnya.

Pemerintah tidak akan serta-merta menerima usulan tersebut tanpa kajian mendalam.

"Kita tidak langsung menerima usulan harga yang diusulkan oleh mereka. Kita akan hitung ulang, kita komunikasikan, dan kita juga koordinasi dengan teman-teman dari Komisi VIII DPR," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan biaya perjalanan ibadah haji tahun ini tidak akan mengalami kenaikan meski harga avtur dunia tengah melambung.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini