Ringkasan Berita:
- Sebanyak 93 jemaah haji menjalani rawat jalan, dua dirujuk ke KKHI dan satu ke RS Arab Saudi, sementara Rodiyah (68) wafat akibat serangan jantung
- Hingga 23 April 2026, 40 kloter berisi 15.349 jemaah diberangkatkan ke Arab Saudi dan 9.884 tiba di Madinah
- Kemenhaj menetapkan kuota 221.000 jemaah (203.320 reguler, 17.680 khusus) dan imbau waspada cuaca 34°C
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengungkapkan sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan.
Sementara dua jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
"Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” kata Ichsan dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Kemenhaj turut menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah (68), akibat serangan jantung.
"Pemerintah memastikan pemenuhan hak jemaah, termasuk pelaksanaan badal haji," katanya.
Baca juga: Kenali Karakteristik Hotel Jemaah Haji di Madinah, Ini Fasilitas dan Aturan yang Wajib Diketahui
Dalam rangka menjaga kondisi fisik jemaah, Kemenhaj menegaskan kepada PPIH embarkasi untuk meminimalisir kegiatan seremonial saat pelepasan.
Sementara itu, jemaah yang telah berada di Madinah diimbau mewaspadai kondisi cuaca yang diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 25 persen.
Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M telah memasuki hari keempat.
Hingga 23 April 2026, sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter telah tiba di Madinah.
Pada tahun 2026 ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah.
Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen).
Baca tanpa iklan