TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melaporkan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi pada hari ketujuh operasional, Senin (27/4/2026).
Secara umum, seluruh rangkaian penyelenggaraan haji berlangsung tertib, lancar, dan terus dioptimalkan melalui penguatan layanan di berbagai sektor, terutama di Madinah.
Berdasarkan data hingga Minggu (26/4/2026) pukul 24.00 WIB, sebanyak 88 kelompok terbang (kloter) dengan total 34.657 jemaah telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Seluruh proses pemberangkatan berjalan sesuai jadwal dengan dukungan koordinasi lintas instansi.
Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Madinah tercatat sebanyak 78 kloter dengan total 30.611 jemaah.
Setibanya di bandara, jemaah langsung mendapatkan layanan terpadu dari petugas haji, termasuk pengaturan menuju hotel yang telah disiapkan.
Layanan kedatangan difokuskan pada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.
"Alhamdulillah, hingga hari ketujuh operasional haji, seluruh proses berjalan dengan tertib dan lancar. Kami memastikan jemaah mendapatkan layanan terbaik sejak keberangkatan hingga di Tanah Suci," ujar Maria Assegaff, dikutip dari laman haji.go.id, Senin (27/4/2026).
Layanan Kesehatan dan Akomodasi Ditingkatkan
Dari sisi layanan kesehatan, pemerintah menempatkan perlindungan jemaah sebagai prioritas utama.
Hingga saat ini, tercatat 906 jemaah menjalani rawat jalan, 25 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 30 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi, dengan 24 jemaah masih dalam perawatan.
Baca juga: Daftar Rute Bus Shalawat untuk Jemaah Haji di Mekkah
Untuk layanan konsumsi, sebanyak 213.967 boks makanan telah didistribusikan kepada 29.834 jemaah melalui 23 dapur katering yang beroperasi di Madinah.
Sementara itu, layanan akomodasi telah menempatkan 29.925 jemaah di 38 hotel kawasan Markaziyah yang berdekatan dengan Masjid Nabawi.
Penanganan Kendala Penerbangan
Pemerintah juga memastikan penanganan cepat terhadap sejumlah kendala teknis penerbangan yang terjadi.
Pertama, pada 26 April 2026, pesawat Saudia yang melayani rute Surabaya–Madinah mengalami gangguan teknis saat di Bandara Kualanamu.
Sebanyak 380 jemaah dari kloter SUB-16 difasilitasi akomodasi di tiga hotel di sekitar bandara dan terus mendapatkan layanan serta pendampingan petugas.
Baca tanpa iklan