News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Haji 2026

12 Tempat Mustajab untuk Berdoa saat Haji dan Umrah di Mekkah

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERDOA - Jemaah berdoa di Masjidil Haram, Mekah, Senin (22/12/2025). Beribadah khususnya memanjatkan doa di Masjidil Haram sangat dianjurkan, terutama di tempat-tempat mustajab seperti Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah) dan di seluruh area masjid. - Jemaah haji/umrah dianjurkan untuk terus berdoa dan berdzikir selama di Mekkah. Berikut tempat yang mustajab untuk berdoa di Mekkah.

Ringkasan Berita:

  • Mekkah merupakan kota suci tujuan ibadah haji dan umrah yang di dalamnya terdapat Ka'bah sebagai kiblat umat Islam.
  • Selain di Ka'bah, terdapat berbagai lokasi istimewa untuk berdoa seperti Multazam, Mizab, Maqam Ibrahim, Shafa-Marwah, hingga Sumur Zamzam.
  • Rangkaian ibadah haji di Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina juga menjadi waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.

TRIBUNNEWS.COM - Mekkah merupakan salah satu kota tujuan jemaah haji dan umrah.

Di Mekkah, terdapat Ka'bah, yaitu bangunan suci di tengah-tengah kompleks Masjidil Haram yang menjadi kiblat umat Islam.

Ka'bah, yang juga disebut Baitullah atau Rumah Allah, tentu merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa.

“Sesungguhnya rumah (ibadah) yang pertama kali dibangun untuk manusia ialah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali Imran ayat 96)

Selain Ka'bah, ulama kelahiran Madinah, Hasan al-Bashri menyebutkan tempat-tempat di Mekkah yang mustajab untuk berdoa.

Mengutip Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut daftar tempat yang mustajab untuk berdoa.

12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Mekkah

1. Saat Melaksanakan Tawaf

Tawaf mengelilingi Ka'bah bukan hanya gerakan fisik, tetapi juga ibadah yang penuh kedekatan dengan Allah SWT.

Dalam setiap putaran, jamaah dianjurkan memperbanyak doa karena berada di tempat paling mulia di muka bumi.

Rasulullah SAW. bersabda: “Tawaf di Ka'bah seperti shalat, hanya saja kalian boleh berbicara di dalamnya.” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: Doa Mohon Dijauhkan dari Siksa Neraka yang Pedih dan Kekal

2. Di Multazam

Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.

Di tempat ini, jamaah sering menempelkan dada dan wajah sambil berdoa dengan penuh harap. 

Diriwayatkan bahwa para sahabat biasa berdoa di sini karena diyakini sebagai tempat terkabulnya doa.

3. Di Bawah Mizab (Talang Ka'bah)

Mizab adalah talang emas di atas Ka'bah tempat air hujan mengalir.

Berdoa di bawahnya dipercaya membawa keberkahan karena termasuk area yang dekat dengan Ka'bah. 

Banyak ulama menyebut tempat ini sebagai salah satu lokasi mustajab.

4. Di Dalam Ka'bah

Masuk ke dalam Ka'bah adalah kesempatan langka. Jika seseorang mendapatkannya, maka ia berada di tempat yang sangat suci.

“Rasulullah SAW. masuk ke dalam Ka'bah bersama Usamah bin Zaid, Bilal, dan Utsman bin Thalhah. Lalu beliau menutup pintunya. Ketika beliau keluar, aku (Ibnu Umar) bertanya kepada Bilal: ‘Apa yang dilakukan Nabi ﷺ di dalam?’ Bilal menjawab: ‘Beliau berdiri dan shalat (berdoa) di dalamnya.’” (HR. Bukhari no. 505 dan Muslim no. 1329)

Hadis ini menunjukkan keutamaan masuk ke dalam Ka'bah adalah untuk bermunajat secara langsung kepada Allah.

5. Saat Meminum Air Zamzam

Air dari Sumur Zamzam memiliki keutamaan luar biasa.

Sumber air ini diyakini merupakan mukjizat dari Allah SWT ketika Nabi Ismail yang masih bayi menghentakkan kakinya ke tanah dan keluarlah air yang tidak pernah surut.

Rasulullah SAW. bersabda: “Air Zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah)

6. Di Bukit Shafa dan Marwah

Bukit Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah bagi jemaah haji dan umrah.

Setiap kali sampai di salah satu bukit, jamaah disunnahkan berhenti sejenak untuk berzikir dan berdoa.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah...” (QS. Al-Baqarah: 158)

7. Saat Sa’i antara Shafa dan Marwah

Ketika berjalan atau berlari kecil (sa’i), jamaah tidak hanya menunaikan rukun ibadah haji dan umrah, tetapi juga dianjurkan memperbanyak doa.

Setiap langkah mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail yang masih bayi, sehingga doa yang dipanjatkan selama Sa'i menjadi lebih khusyuk dan penuh makna.

8. Di Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim adalah batu tempat pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka'bah.

Setelah tawaf, jemaah haji dan umrah dianjurkan untuk shalat di belakangnya. 

Allah berfirman: “Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.” (QS. Al-Baqarah: 125)

9. Di Padang Arafah

Wukuf di Padang Arafah adalah puncak ibadah haji, yang dilakukan pada waktu setelah tergelincirnya matahari hingga terbenam matahari pada 9 Dzulhijjah.

Rasulullah SAW. bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

Di tempat ini, jutaan jamaah berkumpul memohon ampunan dengan penuh harap selama wukuf.

10. Di Muzdalifah

Muzdalifah menjadi tempat bermalam setelah wukuf di Arafah.

Mabit di Muzdalifah diisi dengan ibadah seperti berdoa, berdzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Waktu malam yang tenang menjadikan jemaah haji lebih khusyuk dalam berdoa.

11. Di Mina

Setelah Muzdalifah, Mina adalah lokasi pelaksanaan lempar jumrah.

Selain itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa sebagai bentuk ketundukan kepada Allah dan penguatan iman.

12. Saat Melempar Jumrah

Di tiga lokasi jumrah (Ula, Wusta, dan Aqabah), jamaah melempar batu sebagai simbol melawan godaan setan.

Setelah melempar jumrah, jemaah haji dianjurkan untuk berdoa.

“Bahwasanya Ibnu Umar ra. melempar jumrah ula dengan tujuh batu kecil, lalu bertakbir setiap kali melempar. Kemudian ia maju ke depan, berdiri menghadap kiblat, lalu berdoa dengan mengangkat kedua tangannya dan berdiri lama.
Kemudian ia melempar jumrah wusta seperti itu, lalu maju ke kiri dan berdiri menghadap kiblat, berdoa dengan mengangkat kedua tangannya dan berdiri lama.
Adapun pada jumrah Aqabah, ia melempar dari bagian bawah lembah dan tidak berdiri (untuk berdoa) di situ.” (HR. Bukhari no. 1751)

Dalam riwayat tersebut, Abdullah bin Umar menyebutkan: “Demikianlah aku melihat Nabi ﷺ melakukannya.”

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini