TRIBUNNEWS.COM - Mabit di Muzdalifah merupakan bagian dari ibadah haji yang dilakukan dengan bermalam atau singgah pada malam hari di Muzdalifah.
Muzdalifah merupakan dataran terbuka di dekat Mekkah, tepatnya berada di antara Afarah dan Mina.
Jemaah haji berangkat ke Muzdalifah setelah wukuf di Arafah pada waktu tergelincirnya matahari hingga terbenamnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Setibanya di Muzdalifah, jemaah haji melaksanakan sholat Maghrib dan Isya yang dijamak ta'khir.
Jemaah diperbolehkan beristirahat, berzikir, berdoa, dan mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah di Mina.
Mabit di Muzdalifah termasuk wajib haji, sehingga jika ditinggalkan harus membayar dam (denda), kecuali ada uzur tertentu.
Selama mabit di Muzdalifah, jemaah haji dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir di Muzdalifah karena merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.
Dalam buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Kementerian Haji dan Umrah membagikan doa ketika mabit di Muzdalifah.
Doa Mabit di Muzdalifah
اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ مُرْدَلِفَهُ جُمِعَتْ فِيهَا الْسِنَةٌ مُخْتَلِفَةٌ تَسْأَلُك حَوَائِجَ مُوتَنفه فَاجْعَلْنِي مِمَّنْ دَعَاكَ فَاسْتَجَبْتَ لَهُ وَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فَكَفَيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma inna hadzihi murdalifah jumi‘at fiihaa alsinatun mukhtalifah tas’aluka hawaa’ija mutanawwi‘ah faj‘alnii mimman da‘aaka fastajabta lahu wa tawakkala ‘alaika fakafaitahu yaa arhamar raahimiin. Allahumma rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya ini Muzdalifah telah berkumpul bermacam-macam bahasa yang memohon kepada-Mu keperluan yang beraneka ragam, maka masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang memohon kepada-Mu, lalu Engkau penuhi permintaannya, yang berserah diri pada-Mu, lalu Engkau lindungi dia, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih."
Baca juga: Doa Wukuf di Arafah saat Ibadah Haji, Waktu Mustajab Berdoa kepada Allah
Doa Imam Nawawi di Muzdalifah
اللهم إنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي فِي هَذَا الْمَكَانِ جَوَامِعَ الْخَيْرِ لَّه،ِ وَأَنْ تَصْلَحَ شَأْنِي كُلِّه،ِ وَأَنْ تَصْرِفَ عَنِّي الشَّرَّ كَلَّهُ ، فَإِنَّهُ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ غَيْرُكَ وَلَا يَجُودُ بِهِ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma innī as’aluka an tarzuqanī fī hādzal makāni jawāmi‘al khairi lahu, wa an tuṣliḥa sya’nī kullahu, wa an taṣrifa ‘annī asy-syarra kullahu, fa innahu lā yaf‘alu dzālika ghairuka wa lā yajūdu bihi illā anta.
Artinya: "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar diberi seluruh kebaikan di tempat ini. Engkau perbaiki keadaanku dan Engkau tolak dariku segala kejahatan. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menjadikan semua itu selain Engkau dan tidak ada yang dapat memperbaikinya selain Engkau."
Doa Sebelum Meninggalkan Muzdalifah
اللهم بِحَقِّ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَالْبَيْتِ الْحَرَامِ وَالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالرَّكْنِ وَالْمَقَامِ أَبْلغ رُوْحَ مُحَمَّدٍ مِنَّا التَّحِيَّةَ وَالسَّلَامَ وَأَدْخِلْنَا دَارَ السَّلَامِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَام
Allahumma biḥaqqil-masya‘aril-ḥarām wal-baitil-ḥarām wasy-syahril-ḥarām war-rukni wal-maqām, abligh rūḥa Muḥammadin minnā at-taḥiyyata was-salām, wa adkhilnā dāras-salām yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Artinya: "Ya Allah, demi hak Masy'arilHaram dan Baitil-Haram, demi Bulan Haram dan Rukun Ka'bah serta demi Maqam Ibrahim, sampaikan salam dan penghormatan dari kami kepada ruh Nabi Muhammad SAW dan masukkan kami ke dalam rumah kedamaian wahai Tuhan Yang Empunya keagungan dan kemuliaan."
Ketentuan Mengambil Kerikil di Muzdalifah untuk Lempar Jumrah
Ketika berada di Musdalifah, jemaah haji mengumpulkan kerikil kecil langsung dari tanah, yang ukuran kerikilnya kurang lebih sebesar kacang/kacang hijau.
Baca tanpa iklan