Ringkasan Berita:
- Kementerian Haji dan Umrah mencatat tujuh jemaah Indonesia wafat di Tanah Suci, sebagian besar akibat serangan jantung dan radang paru-paru.
- Juru bicara Maria Assegaff mengimbau jemaah menjaga kesehatan di tengah cuaca Makkah yang mencapai 43°C dengan cukup minum, memakai pelindung, dan menghindari aktivitas berat siang hari.
- PPIH memastikan hak badal haji bagi yang wafat.
- Tercatat 6.823 jemaah rawat jalan, 117 dirujuk ke KKHI, 141 ke RS Arab Saudi, dan 59 masih dirawat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mencatat tujuh jemaah Indonesia wafat di Tanah Suci.
Sebagian besar jemaah meninggal karena serangan jantung dan radang paru-paru.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.
Saat ini kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius.
"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas," kata Maria dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.
"Doa dipanjatkan agar para jemaah yang meninggal memperoleh husnul khatimah," katanya.
Dari sisi layanan kesehatan tercatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan.
Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Saat ini, tercatat sebanyak 59 jemaah Indonesia masih dalam proses perawatan.
Baca tanpa iklan