News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Lembar Demi Lembar Daun Pisang Antar Mbah Painah ke Tanah Suci

Penulis: Sri Juliati
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SOSOK MBAH PAINAH - Mbah Painah, jemaah haji asal Wonosobo ditemani putra bungsunya, Sabar di Hotel 806 Wilayah Misfalah, Makkah, Minggu (7/6/2026). Mbah Painah berhaji dari hasil jualan daun pisang dengan cara berkeliling antar kampung.

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Lembar demi lembar daun pisang telah mengantarkan Mbah Painah (65) ke banyak tempat. 

Dari pasar, warung pecel, hingga rumah-rumah warga yang menggelar hajatan di Wonosobo, Jawa Tengah.

Namun siapa sangka, dari hasil menjual daun pisang itu pula, Mbah Painah akhirnya bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.

Selama puluhan tahun, hidup warga Dusun Ngedok, Kelurahan Wonosobo Barat itu diisi rutinitas yang nyaris tak berubah.

Kala jarum jam berada di antara satu dan dua dini hari, Mbah Painah sudah memulai aktivitasnya.

Sendirian, ia berjalan pelan menuju Pasar Pagi Wonosobo yang tak jauh dari rumahnya untuk berjualan aneka sayur hasil tani.

"Nggih macem-macem, wonten bayem, buncis, kacang panjang (Ya, bermacam-macam, ada bayam, buncis, kacang panjang)," ujar Mbah Painah saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (7/6/2026).

Tepat saat azan Subuh berkumandang, Mbah Painah menyelesaikan pekerjaannya. 

Jemaah yang tergabung dalam kloter YIA 22 itu lantas menunaikan salat, beristirahat sejenak, lalu mengurus keperluan rumah sembari menyiapkan dagangan berikutnya.

Sekitar pukul 06.30 WIB, perempuan yang dikaruniai empat anak itu kembali melangkahkan kaki keluar rumah. 

Baca juga: Maspupah Terharu Saat Tinggalkan Makkah, Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan ke Madinah

Kali ini, bukan sayuran yang ia bawa, melainkan tumpukan daun pisang yang telah menjadi sumber penghidupannya selama bertahun-tahun sejak sebelum tahun 1991.

Daun-daun tersebut, didapat Mbah Painah dari sejumlah pemilik kebun pisang di wilayah Sambek hingga Mangli yang berada di lereng Gunung Sumbing. 

Sebagian diantar langsung oleh pemilik kebun, sebagian lainnya ia cari sendiri.

Sesampainya di rumah, daun-daun pisang itu tidak langsung dijual. Mbah Painah memilahnya terlebih dahulu berdasarkan kualitas atau 'kelas.'

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini