Ringkasan Berita:
- Ancaman penyebaran Hantavirus membayangi pelaksanaan ibadah haji 2026.
- Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eem Marhamah Zulfa Hiz, meminta seluruh jemaah haji Indonesia untuk lebih fokus menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.
- Neng Eem mengingatkan para jemaah untuk disiplin menjaga kebersihan diri serta menggunakan masker di tempat umum sebagai langkah antisipasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ancaman penyebaran Hantavirus membayangi pelaksanaan ibadah haji 2026.
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Eem Marhamah Zulfa Hiz, meminta seluruh jemaah haji Indonesia untuk lebih fokus menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.
Baca juga: Di Tengah Momok Hantavirus, WHO Puji Keberanian Warga Tenerife Terima Penumpang Kapal Pesiar
Neng Eem menilai, kondisi fisik yang prima menjadi faktor utama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar, aman, dan khusyuk di tengah meningkatnya risiko gangguan kesehatan.
"Jemaah haji hari ini harus lebih waspada karena ada Hantavirus, terutama yang punya penyakit paru-paru. Oleh karena itu, kesehatan menjadi yang utama agar ibadah haji bisa berjalan dengan baik dan mabrur," kata Neng Eem kepada wartawan, dikutip Senin (18/5/2026).
Neng Eem mengingatkan para jemaah untuk disiplin menjaga kebersihan diri serta menggunakan masker di tempat umum sebagai langkah antisipasi.
Namun demikian, ia menilai penyebaran Hantavirus tidak seganas Covid-19.
"Yang paling utama adalah menjaga imunitas tubuh. Karena ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Ada tawaf, aktivitas berjalan jauh, dan berbagai rangkaian ibadah lain yang membutuhkan tenaga," ujarnya.
Selain itu, Neng Eem juga menyoroti kondisi sejumlah jemaah yang sedang sakit dan menjalani perawatan di Madinah.
Dia memastikan tim kesehatan bersama Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terus memberikan penanganan intensif agar jemaah dapat segera pulih dan melanjutkan perjalanan ke Makkah.
"Sebisanya dirawat secara intensif, mulai dari obat-obatan, dukungan psikologis, hingga doa. Yang paling utama tetap kondisi badan harus sehat," ucapnya.
Neng Eem menambahkan, para jemaah masih memiliki waktu untuk mempersiapkan kondisi tubuh sebelum memasuki puncak ibadah haji pada 9 Zulhijah atau sekitar 26 Mei mendatang.
"Sekarang harus mulai jaga kesehatan, jaga imun, makan makanan sehat, dan menjaga kebugaran agar ketika puncak haji nanti bisa optimal tanpa terganggu masalah kesehatan," tandasnya.
Baca tanpa iklan