"Mereka akan dimururkan, artinya langsung melintas menggunakan bus menuju Mina," ujarnya.
Sementara jamaah yang dalam kondisi sehat tetap akan menjalani mabit di Muzdalifah sebelum diberangkatkan ke Mina setelah lewat tengah malam.
Puji menegaskan, seluruh pengaturan dilakukan berbasis kloter agar pergerakan jamaah lebih tertib dan mudah dikendalikan.
Baik jamaah murur maupun jamaah yang mabit di Muzdalifah akan diatur sesuai pembagian kloter masing-masing.
"Nantinya, pintu keberangkatan bagi jamaah yang akan murur dan mabit di Arafah juga akan dipisah," kata Puji.
Skema tersebut disiapkan untuk penyerobotan seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Laser Hijau Menyala dari Makkah Clock Tower, Tandai Awal Masuk Bulan Haji
Oleh karena itu, ia meminta seluruh ketua kloter, pembimbing ibadah, KBIHU, hingga jamaah agar mematuhi instruksi dan SOP yang nantinya ditetapkan oleh PPIH Arab Saudi bersama Satuan Operasi Armuzna.
Saat ini, pemerintah masih memfinalisasi mekanisme, aturan teknis, dan pembagian jamaah yang akan mengikuti skema murur maupun mabit di Muzdalifah.
(Tribunnews.com/Whiesa/Sri Juliati)
Baca tanpa iklan