Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Boneka unta rupanya masih menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang dibawa pulang jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci.
Mainan khas Arab Saudi yang dapat mengeluarkan suara talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik" itu mudah ditemukan di berbagai toko di Makkah dengan harga mulai sekitar 5 riyal.
Selain bentuknya yang lucu dan identik dengan Timur Tengah, boneka unta juga tersedia dalam beragam ukuran dan warna, mulai dari cokelat, pink, hingga biru.
Tak cuma satu, jemaah haji dapat membawa lebih dari tiga boneka unta. Bahkan ada yang mengalungkannya di leher karena tidak lagi muat dimasukkan ke dalam tas atau koper.
Ahmad Jaelani, misalnya yang tampak mengalungkan boneka unta berwarna putih saat bersiap pulang, Minggu (31/5/2026) malam.
Menurut jemaah yang tergabung dalam kloter Batam (BTH 01) ini, mainan tersebut terlalu besar untuk dimasukkan ke koper sehingga harus dibawa terpisah.
Baca juga: Santan hingga Ikan Patin Berpeluang Masuk Rantai Pasok Katering Haji di Arab Saudi
"Yang di bag ada empat lagi," ujar Ahmad sambil menunjukkan boneka unta lain.
Ahmad mengaku membeli lima boneka unta karena mendapat titipan khusus dari para cucunya.
Cerita serupa disampaikan teman satu kloter Ahmad Jaelani, Kamisah Kamil yang mengaku membawa beberapa boneka unta karena permintaan sang cucu.
"Cucu pesan dibawakan boneka unta. Tetangga beli, jadi dia minta juga," kata Kamisah sambil tersenyum.
Bagi sebagian jemaah, boneka unta dipilih karena dianggap sebagai simbol khas Arab Saudi yang sulit ditemukan di Indonesia.
Katiyo Kadiman, jemaah asal embarkasi Medan (KNO) 02 juga ikut mengalungkan boneka unta yang dibelinya karena ingin membawakan oleh-oleh unik untuk cucunya.
"Di sana tidak ada. Kalaupun ada, jauh lah. Ini khas Arab," ujarnya.
Sayang Cucu
Sementara itu, Samsul Azhar bersama istrinya membeli empat boneka unta berukuran besar untuk cucu dan keponakan di kampung halaman.
Tiga boneka dibawa menggunakan tas khusus, sedangkan satu lainnya dimasukkan ke dalam koper.
Menurut Samsul, selain kurma, cokelat, minyak wangi, dan air zamzam, boneka unta hampir selalu menjadi pilihan oleh-oleh jemaah Indonesia.
"Tak lupa juga simbol untanya. Apalagi sudah punya cucu," katanya.
Baca juga: Kumpulkan 23 Katering Jemaah Haji di Madinah, Gus Irfan Minta Layanan Konsumsi Ditingkatkan
Tingginya minat jemaah terhadap boneka unta juga terlihat saat proses penimbangan koper menjelang kepulangan.
Sejumlah jemaah mengaku rela mengurangi barang bawaan dari Indonesia demi mempertahankan oleh-oleh yang dibeli di Tanah Suci.
Jemaah asal Wajo, Sulawesi Selatan, Junarti Ramli, misalnya, mengaku akan lebih mengutamakan oleh-oleh jika kopernya melebihi batas berat yang ditentukan maskapai.
"Kalau melebihi berat, jelas tujuan utama adalah memberikan oleh-oleh kepada keluarga. Itu yang perlu saya selamatkan dulu," ujarnya.
Hal senada disampaikan Andi Tenri Olle yang membeli berbagai buah tangan, mulai dari kurma, cokelat hingga boneka unta untuk anak dan cucunya.
"Kami sangat antusias beli oleh-oleh buat keluarga yang di kampung, terutama unta buat anak, cucu," kata Tenri. (*)
Baca tanpa iklan