TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Carla Bruni-Sarkozy, ibu negara
Perancis menanggapi dingin pemberitaan seputar keadaan rumah tangganya yang dibina bersama Presiden Nicolas Sarkozy. Namun demikian, ia
menolak pemberitaan itu untuk menjatuhkan pasangan glamor itu.
Dalam sebuah wawancara dengan radio Europe 1 bahwa dia dan
Sarkozy ”telah membalik halaman” dan menyarankan agar media melakukan
hal yang sama.
Supermodel yang kini menjadi penyanyi itu
memberikan wawancara radio dalam upaya untuk mengakhiri hiruk-pikuk
media yang menyoroti kehidupan rumah tangganya dan kabar adanya rencana
di kalangan dekat Sarkozy terhadap pasangan tersebut.
Kabar angin
itu bermula awal Maret lalu dengan muncul di sebuah blog surat kabar
hari Minggu Perancis. Mulanya, media Perancis lain mengambil pendekatan
untuk tidak menyinggung hal itu meski beberapa surat kabar asing,
terutama Inggris, ramai memberitakan kabar angin itu. Kabar itu
menyebutkan bahwa baik ibu negara maupun sang presiden sama-sama
mempunyai hubungan gelap.
Kabar itu menjadi berita utama di
Perancis akhir pekan lalu dengan wawancara antara pengacara Sarkozy dan
pembantu dekat Carla Bruni yang sama-sama mengatakan kemungkinan bahwa
kabar angin itu merupakan bagian dari sebuah rencana yang bertujuan
untuk menggulingkan pasangan kepresidenan itu. Kejaksaan membuka sebuah
penyidikan mengenai sumber kabar angin itu.
”(Kabar angin) itu
telah mencapai proporsi yang saya anggap menggelikan,” kata
Bruni-Sarkozy dalam wawancara itu.
”Kabar angin itu tidak ada
artinya bagi saya dan suami saya. Memang benar kami adalah korban kabar
angin, memang benar itu tidak terlalu menyenangkan, dan memang benar
bahwa itu sama sekali tidak ada artinya bagi kami,” katanya. ”Tidak ada
konspirasi. Tidak ada balas dendam. Tidak ada apa-apa. Kami telah
membalik halaman.”
Roman kilat Sarkozy dan perkawinannya pada
Februari 2008 dengan Bruni-Sarkozy, supermodel yang kini adalah penyanyi
pop, terus disorot media dan publik. Ini adalah perkawinan ketiga
Sarkozy dan Carla Bruni-Sarkozy, yang dulu pernah mengatakan monogami
tak bisa dipertahankan. Sarkozy menikahi Bruni setelah perpisahan dan
perceraian yang memalukan dengan Cecilia Sarkozy.
Menghadapi
kabar-kabar angin itu, pasangan tersebut memperlihatkan mereka bersatu.
Mereka kerap bergandengan tangan selama kunjungan ke AS pekan lalu,
termasuk sebuah santap malam dengan pasangan Obama di Gedung Putih.
Bruni
memuji suaminya dalam wawancara radio itu, dengan mengatakan, pekerjaan
suaminya bukanlah melawan kabar angin, melainkan berkarya bagi rakyat
Perancis.
Kantor kejaksaan Paris mengatakan, Selasa, bahwa polisi
sedang menyidik siapa yang memulai kabar angin mengenai ketidaksetiaan
pasangan itu.
Pengacara Sarkozy, Thierry Herzog, mengatakan dalam
sebuah wawancara radio hari Senin malam bahwa dia tidak
mengenyampingkan kemungkinan kabar angin mengenai hubungan-hubungan
gelap pasangan itu telah ditanam dalam upaya untuk menjatuhkan mereka.
Hari
Kamis, para politisi Perancis memuji Bruni-Sarkozy atas wawancara radio
untuk menangkis kabar angin itu.
”Persoalan ini sekarang telah
ditutup,” kata jubir pemerintah, Luc Chatel. Sementara itu, Menteri
Urusan Keluarga Nadine Morano menyebut Bruni seorang ”negarawati”.
”Saya
rasa dia sangat impresif dan Anda bisa tahu bahwa dia punya rasa
kewajiban. Saya kira itu yang memotivasi dia untuk berbicara kemarin
karena jabatan presiden sudah sepatutnya dihormati,” kata Morano.
Bulan
lalu, surat kabar-surat kabar di Belgia, Inggris, Jerman, dan Swiss
memberitakan kabar angin mengenai perkawinan Presiden Sarkozy.
Kabar
angin itu telah beredar di kalangan politik Paris dan media selama
berpekan-pekan, tetapi meledak menjadi opini umum melalui situs jejaring
sosial, Twitter, dan sebuah blog di surat kabar Le Journal du Dimanche.
Le
Journal du Dimanche telah mengajukan pengaduan resmi kepada polisi,
menuduh bahwa seorang karyawan Newsweb, sebuah perusahaan yang
disubkontrak untuk menyediakan isi situs internet surat kabar itu, telah
menyuntikkan data palsu ke situsnya.
Menurut mingguan Le Nouvel
Observateur dan harian Le Monde, Journal du Dimanche telah didorong
untuk mengajukan pengaduan itu oleh lingkar dalam Sarkozy walau
pembantu-pembantu Sarkozy membantah hal ini.
Sejak posting itu,
yang dipasang pada 9 Maret malam dan segera dicabut begitu para editor
menyadarinya, pimpinan Newsweb dan penulis posting itu telah dipaksa
mundur.
Bruni dalam wawancara radionya membantah kabar bahwa
mantan Menteri Kehakiman Rachida Dati menanam kabar angin itu.
Dati,
yang dekat dengan mantan istri Sarkozy, Cecilia, tidak lagi dekat
dengan Sarkozy setelah perkawinannya dengan Bruni dan dengan
meningkatnya kritik mengenai cara Sarkozy menangani kementeriannya.
Dalam
sebuah pernyataan, Dati, yang kini menjadi anggota parlemen Eropa,
menyangkal tuduhan itu. Carla Bruni-Sarkozy mengatakan itu hanyalah
kabar angin. ”Jadi saya tidak memercayainya. Dati tetap teman kami,”
katanya.
Carla Bruni-Sarkozy Dingin Soal Berita Hubungan Gelap
Editor: Toni Bramantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan