TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Perdana Menteri Inggris, David
Cameron, Selasa (27/7), meminta Israel mencabut blokade terhadap Jalur
Gaza karena keadaan di wilayah itu sudah seperti kamp penjara.
"Biar
saya jelaskan bahwa situasi di Gaza harus diubah. Gaza tidak dapat dan
jangan dibiarkan tetap seperti kamp penjara," katanya dalam pidatonya di
depan asosiasi bisnis dalam kunjungannya ke Turki.
Dalam pidato
yang disampaikannya seusai bertemu Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip
Erdogan, itu, Cameron menjelaskan bahwa blokade Israel tersebut
merepotkan banyak pihak.
"Sekalipun beberapa kemajuan telah dibuat, kita
masih dalam situasi di mana masih sangat sulit untuk masuk, sangat
sulit untuk keluar. Kami telah lama mendukung pencabutan blokade
terhadap Gaza ini," katanya.
Namun Cameron mengakui adanya
kekhawatiran terhadap keamanan Israel dengan merujuk pada serangan roket
dari Gaza oleh kelompok garis keras Hamas.
"Kami sepakat dengan
pandangan bahwa pembicaraan langsung (antara Israel dan Palestina)
adalah jawaban yang benar (bagi masalah tersebut)," katanya menunjuk
pada pandangan Erdogan.
Menyusul kegaduhan internasional karena
serangan mematikan Israel terhadap kapal bantuan menuju Gaza pada 31 Mei
lalu, Tel Aviv menyatakan pihaknya mulai membolehkan semua barang bagi
warga sipil masuk ke Gaza.
Israel menyatakan negara itu juga membolehkan
material bangunan masuk ke wilayah itu tapi hanya untuk proyek-proyek
yang diawasi secara internasional.
Namun Israel menekankan bahwa
blokade angkatan lautnya akan tetap berlaku guna mencegah Hamas
mengimpor roket setingkat roket militer dan senjata lainnya.
Ekonomi
Gaza juga telah makin tercekik dengan melemahnya kemampuan untuk
mengeskspor barang. Pada kesempatan itu, Cameron juga minta Turki
memperbaiki hubungannya dengan Israel yang memburuk pasca-serangan
terhadap armada bantuan kemanusiaan yang menewaskan sembilan aktivis
Turki itu.
"Turki telah menjadi teman baik Israel di masa lalu.
Saya sangat banyak mengharapkan Turki dapat (kembali) menjadi teman
Israel karena sebagai teman Israel, Turki akan memaksimalkan pengaruhnya
atas kebutuhan akan pembicaraan langsung," katanya.
Ankara telah
mendesak negara Yahudi yang pernah menjadi sekutu dekatnya agar meminta
maaf atas serangan terhadap Kapal Mavi Marmara yang menewaskan warga
negaranya itu. Israel juga didesak Turki agar memberi ganti rugi kepada
para keluarga korban dan mencabut blokadenya terhadap Gaza. (EGP)
PM Inggris Minta Israel Cabut Blokade Gaza
Editor: Iwan Apriansyah
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan